Posted by: islambertobat | March 11, 2010

Menjijikkan: FATWA MENYUSUI LELAKI DEWASA!


Menyusui lelaki dewasa menurut Islam
(by Mumin Salih)

Isu menyusui lelaki dewasa sedang HOT di Mesir dan merupakan fokus media di sejumlah negara Timur Tengah. Ini semua dimulai ketika Dr. Izzat Attya, kepala departemen Hadis Universitas Al-Azhar, mengeluarkan FATWA yang mengatakan : adalah sah bagi wanita Muslim yang bekerja untuk MENYUSUI KOLEGAnya untuk menghindari dosa ‘khulwa’ (atau ‘khalwat’ : berada disebuah ruangan dengan hanya seseorang yang tidak se-muhrim/ada hubungan keluarga).

Fatwa-fatwa serupa juga pernah dikeluarkan ulama-ulama di Timur Tengah, tetapi ini pertama kalinya fatwa macam itu datang dari Al Azhar, institusi Islam yang paling prestisius di dunia.

Universitas Al-Azhar

Dr. Attya mengerti bahwa muslimah-muslimah yang sangat taat pada agama mereka terpaksa harus keluar rumah dan bekerja. Negara dan masyarakat memaksa wanita-wanita ini untuk berbuat dosa khalwat, tanpa melakukan sesuatu untuk menghindarinya, katanya.

Menurut pakar paling terpercaya dibidang hadis ini, solusi ini memang datang langsung dari nabi. DI jaman Islam dulu, wanita-wanita Muslim juga mengalami hal yang sama dan nabi segera mengatasinya.

Ini semuanya bermula ketika Muhammad berniat menikahi Zainab, istri anak angkatnya, Zaid (atas anjuran Allah, tentunya).

Abu Huthayfa dan istrinya, Sahla, memiliki seorang putera angkat (budak yang dibebaskan) bernama Salim. Sahla dapat berada di suatu ruangan dengan Salim, tanpa mengenakan jilbabnya. Ketika Muhammad melarang Muslim untuk mengadopsi anak, adopsi Salim otomatis batal sehingga ia kini menjadi orang asing yang berlainan muhrim dan tidak lagi bisa berada di sebuah ruangan tersendiri dengan Sahla.

Sahla mengeluh kepada Muhamad yang memberinya solusi genius !

NABI menyuruhnya MENYUSUI Salim (LIHAT SAJA ARTIKEL ASLINYA dan cek hadis
dibawah ini!)

Dengan begitu, Salim diijinkan untuk tinggal dirumahnya sebagai seorang putera. Namun Sahla protes: “Tetapi Salim lelaki dewasa dan berjenggot !”

Muhammad senyum kepadanya dan mengatakan, “Saya tahu itu.”

Aisha, juga sangat bahagia dengan keputusan ini karena ia pun memiliki kesulitan mengijinkan lelaki ke dalam rumahnya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya. Apalagi setelah kematian Muhammad, Aisya semakin memerlukan flexibilitas dalam bertemu dan berbicara dengan lelaki-lelaki tidak semuhrim menurut Islam. Aisha JUGA SANGAT MENDUKUNG PRAKTEK PENYUSUAN LELAKI DEWASA !! Ia mendorong puteri-puteri adik-adiknya dan puteri-puteri saudara-saudaranya untuk menyusui lelaki yang diinginkan Aisya agar memasuki rumahnya.

(Aisha adalah istri kedua Muhammad yang dinikahi setelah kematian istri pertamanya, Khadijah)

Muslim-muslim sejati memang setuju 100% dengan fatwa ini; wong, ini merupakan wanti-wanti sang boss sendiri dan sudah ada presedennya! Masalah apakah ini bisa diterima secara moral, tentu tidak pernah digubris. Pokoknya apa kata Allah/Muhamad, itu pasti benar dan tidak patut dipertanyakan. TITIK.

Ada muslim-muslim yang ingin memperhalus dampak fatwa ini pada komunitas Muslim yang SHOCK. Ada yang mengungkapkan keberatan tentang cara fatwa itu disampaikan kepada masyarakat, sementara ada yang mencoba menjelaskan bahwa ‘menyusui’ tidak selalu berarti ‘kontak antara lelaki dan wanita.’ Ini bisa berarti bahwa seorang wanita bisa memasukkan susu dari teteknya ke sebuah gelas dan memberikannya kepada kolega lelakinya !

Kelompok muslim macam ini mencoba mereformasi Islam sesuai dengan cara mereka sendiri-sendiri dan lupa bahwa wanita tidak selalu memproduksi susu. Mayoritas muslim marah, malu dan menolak fatwa ini. Mereka mengatakan bahwa Muhammad tidak mungkin mengijinkan hal ini.

Muslim-muslim yang shock berat itu itu jelas belum pernah mendengarkan cerita diatas tersebut. Saya pun, ketika masih mukminin dulu hanya mendengarnya setelah saya dewasa. Bahkan ketika itu saya yakin betul bahwa hadis itu pastilah lemah isnadnya, tentu tanpa mengeceknya (takut menemukan kepalsuan Islam).

Namun ternyata hadis itu memang SAHIH dan dilaporkan berkali-kali dalam hadis-hadis Sahih Muslim, Sunan Abu Dawud dan Ibn Majah. Malah hadis itu telah diselidiki sejumlah pakar paling terhormat seperti Ibn Taymiyya, Ibn Hazm & Al Albani. Menolak hadis dengan kekuatan seperti itu sama saja dengan menolak puasa dan sholat.

Masyarakat Islam dengan sengaja dan konsisten menyembunyikan wajah burik Islam. Mayoritas Muslim sama sekali tidak tahu tentang luar biasanya pelanggaran- pelanggaran Muhamad atas tradisi dan moralitas Arab. Tanpa malu-malu, Muhamad bahkan melanggar aturan Islamnya sendiri demi tercapainya agendanya.

Setelah hebohnya kasus ini sampai membuat banyak orang marah, Al-Azhar mencoba menjelaskan posisi mereka dan Dr. Attya dipaksa mencabut fatwanya. Dalam pernyataannya, ia mengatakan, IA HANYA MENURUTI PENDAPAT OLEH PAKAR-PAKAR ISLAM PALING TERHORMAT. Tetapi setelah konsultasi panjang lebar dengan pakar-pakar Muslim, ia kini percaya bahwa ijin untuk menyusui lelaki dewasa adalah sebuah pengecualian yang hanya diberikan kepada istri Abu Huthayfa untuk mengatasi sebuah problem yang tidak lazim, tetapi ini tidak berlaku bagi Muslim lain. Pernyataannya tentu tidak menyebutkan apa yang begitu ‘tidak lazim’ tentang kasus Abu Huthayfa ini dan mengapa AISHA sendiri yang mendukungnya.

Pembelokan fatwa macam ini membuat lega masyarakat Muslim dan media Arab karena menurut mereka, fatwa itu tidak cocok dengan moralitas tinggi dan logika yang mereka yakin dimiliki Islam. Sungguh konyol bahwa Muslim kesulitan menerima kebenaran cerita ini, tetapi dengan mudah menelan cerita bahwa Muhamad ber-MIRAJ naik BURAQ ke surga. Pemikiran Islam memang sungguh aneh !!

Referensi Hadis:
http://www.alarabiy a.net/articles/ 2007/05/16/ 34518.html
http://hadith. al-islam. com/Display/ Disp … 7&Rec=1798
http://hadith. al-islam. com/Display/ Disp … 1&Rec=3379
http://hadith. al-islam. com/Display/ Disp … 1&Rec=3378
http://hadith. al-islam. com/Display/ Disp … 1&Rec=3381
http://hadith. al-islam. com/Display/ Disp … 1&Rec=3382

(www.news.faithfreedom.org/index. … e&sid=1309)

About these ads

Responses

  1. Setahu sy menyusui yg dilakukan dlm hadist tsb adl memberi asi yg sudah d perah. Bukan d susui scr langsung. CMIIW..

    • Mbak….kenapa sampe kudu diperah2 segala? emangnya sapi?? heran deh kenapa wanita muslim tu mau aja diatur n dibegoin kyk gitu.

      • MENENGO WAE KOWE, ORA NGERTI KO KOMENTAR

      • @mbuh ra mudheng maaf saya tanya anda itu orang kampung ato orang kota yg berpendidikan? punya anak tidak? maaf miskin/kaya? begini jika anda blg memeras ASI itu = sapi, tandanya anda org kampung yg tdk berpendidikan+miskin, saya saja tau bahwa ada alat peras ASI, dan bahwa ASI itu bisa diperas, anda non-muslim toh? cinta agama Kristen toh? anda org Indonesia plus kebetulan non-muslim, membaca Qur’an saja cuma bisa terjemahan itupun dipenuhi kebencian, percuma mas jika anda cuma mau ajak muslim pindah agama, krn sampai kapanpun kami tdk akan menghina Nabi Isa AS {Jesus} sebagaimana kalian suka menghina Nabi Muhammad SAW.

    • udh,, kita tinggal sejenak hal yg syubhat..

  2. ga mungkin bgd,,,,,,aisyah adalah wanita ahli surga yg sangat menjaga aurat dan harga dirinya,,,mempersilahkan lelaki yg bkn muhrimnya masuk saja ga akan terjadi apalgi sampai mempersetujui fatwa tsb yg jelas2 termasuk kategori zina (menyusui lelaki bukan muhrim),,,,,fatwa diatas SESAT

  3. ni blog jelas-jelas sesat..!
    isi nya juga semua sesat..!
    gak ada bukti-bukti autentic, semuanya karangan indah..
    pelacur yang lagi mabok juga bisa bikin tulisan kayak gini..!
    gak ada bukti yang benar-benar bisa dipercaya..!

    • Penyangkalan adalah tahap pertama ketika orang Shock terhadap KEBENARAN! Jangan berhenti sampai di situ, lanjutkan hingga sampai tahap Pencerahan.

      • NGOMONG OPO LE LE , MBOK NEK ORA PAHAM MENENGO WAE ORA USAH
        NGGAWE GEGER NDONYO, WONG URIP NGGOLE’O AMAL KEBAJIAN ORA USAH DEBAT KUSIR

    • klo ini karangan, dapatkah sekiranya engkau menunjukkan yang sahih di antara semua karangan ini?

      • gimana mau menunjukkan bukti yang sahih, lha wong memang gak ada kasusnya ! anehhh lo…pantes aja nickname lo “mbuh ra mudeng” !

  4. saya sudah cek refferensi hadist nya..
    tulisan itu bukan tulsan arab yang sama dengan alqur’an!!!
    tolong jangan lakukan lagi pembohongan public!!!

    • mas, bisa ditampilkan bukti2nya disini??? supaya gak dibilang Muslim tu cuma bisa bacot doank…..

  5. untuk anda “ISLAMBERTOBAT”…yg saya liat anda hanya ngomong ttg pencerahan mulu,,,,
    anda ga perlu repot2 untuk membuat kita mengikuti jejak sesat kalian,,,karna anda akan cape sndri dng hal yg anda lakukan,,,
    AKU RIDHO ALLAH SWT SEBAGAI RABB-KU,,ISLAM SEBAGAI AGAMAKU…DAN NABI MUHAMMAD SEBAGAI NABIKU…NABI AKHIR ZAMAN…

  6. PENIPUAN PUBLIK…
    JELAS2 TIDAK BISA DIMA’AFKAN….LIHAT SAJA NANTI…
    SEMOGA ALLAH SWT MEMBERI RAHMAT PADA ANDA…

  7. semoga Allah memberi hidayah kepadamu. . .amin. . .

  8. Haghaghaghaghaghag…
    Wahai kalian orang2 Musyrik,orang2 bodoh yang coba menipu,kalian tidak tahu bahwa kalian hanyalah menipu diri kalian sendiri.Cerita fitnah seperti itu hanya akan membuat kami sebagai ummat Nabi Muhammad tahu bahwa perlawanan kalian semakin licik dan beraneka ragam.
    QS An Nisaa’ 76:”Orang-orang yang beriman berperang dijalan Allah,dan orang-orang kafir berperang dijalan Thaghut,sebab itu perangilah kawan-kawan syaithan itu karena sesungguhnya tipu daya syaithan itu adalah lemah.”
    Allahu Akbar.

  9. begini ni tanggapan muslim.. burik ditutup2..dianggap islam/muhammad/alloh wts selalu benar. padahal, kalau islam digali lagi, isinya sungguh menjijikkan abissss. suruh penggal kepala kafirlah, ngatain orang kafirlah, ga mau ngakuin kalo nabi yg dipuja2 itu seorang perampok, penipu, pembunuh, laki2 gila sex..kaya getu kok dipanggil nabi..bukalah mata kalian.

    • lo punya buktinya atas semua pernyataan lo ??? kalo buktinya cuma dari tulisan mengarang indah percuma !!! anak SD aja juga bisa…atau lo gak pernah sekolah dan diajarin bahasa indonesia ‘mengarang indah’ ???

    • NGOMONG OPO TO KOWE, MBOK MENENGO WAE NEK ORA NGERTI

    • NGOMONG OPO TO KOWE? NGOCEH GA JELAS

  10. Lanjutkan!!…saya butuh kebenaran yang jujur dan apa adanya….

    • NGOMONG OPO??????????? WES MENENGO WAE

  11. Teryata yg bkn blog ini g prh bljr ilmu dg baik mknya bertambah goblok. Goblok kok pelihara mas/mbak/pak….malu-maluin aj..

  12. Assalamu’alaikum…

    Hadits ini benar dan shahih.
    Namun berhubung ini blog propaganda maka menjadi dipanas-panasi plus katanya “shock” apalagi dengan data fiqih yang ga’ lengkap plus tentu saja pemahaman baik nilai n praktikal yang dangkal. padahal studi tentang hadits ini sudah sangat lama semenjak zaman Rasulullah en sahabat. Ini juga dapat menjadi pelajaran bagi kita untuk terus meningkatkan ghirah belajar semua bagian ilmu Islam langsung dari sumber bukan sekedar mengandalkan telinga dengar dari sana-sini.

    berikut keterangannya buat semua para pencari ilmu.

    A. Pendapat Umum Para Ulama tentang Susuan Orang Yang Telah Dewasa

    Perlu diketahui , semoga Allah mengokohkan kami dan para pembaca
    sekalian di atas al-haq, bahwasanya masalah ini sudah diperbincangkan
    oleh para ulama dalam beberapa pendapat yang berbeda. Saya paparkan
    disini tiga di antara pendapat tersebut, karena inilah sesungguhnya
    inti permasalahannya. Ketiga pendapat tersebut yaitu:

    1. Menyebabkan hubungan mahram secara mutlak
    2. Tidak menyebabkan hubungan mahram secara mutlak
    3. Tidak menyebabkan hubungan mahram kecuali karena kebutuhan

    B. Pendapat Pertama (Menyebabkan hubungan mahram secara mutlak)

    Dalil mereka yang berpendapat seperti ini adalah firman Allah:

    “Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu yang menyusui kamu, dan
    diharamkan pula (mengawini) saudara perempuan sepersusuan” (An-Nisa':23)

    Mereka mengatakan ini adalah nash yang umum yang tidak dibatasi oleh
    waktu.

    Al-Imam Muslim berkata dalam Shahihnya (no. 1453):

    “….’Aisyah berkata: Sahlah bintu Suhail datang menemui Nabi, katanya:

    “Wahai Rasulullah, saya melihat sesuatu di wajah Abu Hudzaifah karena
    seringnya Salim -bekas budaknya- masuk ke rumah”.
    Kata Nabi: “Susuilah dia”.
    Kata nya: “Bagaimana saya menyusuinya sedangkan dia laki-laki dewasa?”
    Rasulullah tersenyum dan berkata: “Saya tahu dia sudah besar”
    ‘Amr (rawi hadits) menambahkan riwayatnya: “Dan dia (Salim) ikut
    dalam perang Badr”

    Saya katakan: Zhahir hadits ini menunjukkan bahwa menyusui anak yang
    sudah besar menyebabkannya menjadi mahram.

    Para ulama yang berpendapat seperti ini antara lain:

    Ibnu Hibban, beliau mengatakan : (1873, Masalah: Menyusui anak yang
    sudah besar menyebabkannya menjadi mahram meskipun dia seorang yang
    sudah tua sebagaimana halnya anak yang masih kecil, tidak ada
    perbedaan…). Kemudian beliau membantah pendapat yang menyelisihi
    hal ini. Lihat al-Muhalla (11/196-207).

    Ibnu Qudamah dalam al-Mughni (11/319), beliau
    berkata : “Adalah ‘Aisyah berpendapat bahwa susuan anak yang sudah
    besar menyebabkannya menjadi mahram. Ini diriwayatkan juga
    dari ‘Atha’, Al-Laits dan Dawud”

    C. Pendapat Kedua (Tidak menyebabkan hubungan mahram secara mutlak)

    Dalil-dalil mereka yang berpendapat seperti ini, yang pertama, dari
    al-Qur’anul Karim:

    Firman Allah:

    “Para ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh,
    yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan” (al-Baqarah:233)
    (dan surat lain seperti: -pent) Luqman 14, Al-Ahqof:15

    Menurut mereka, ayat-ayat ini tegas membatasi waktu penyusuan hanya
    dua tahun.

    Yang kedua, dari as-Sunnah An-Nabawiyyah:

    Rasulullah bersabda:

    “….Perhatikanlah olehmu siapa saudaramu itu. Hanya saja (innamaa)
    susuan itu karena rasa lapar” (HR Bukhari dalam kitab Asy-Syahadat)

    Rasulullah bersabda:

    “Tidak susuan itu menyebabkan haram kecuali yang mengenyangkan usus,
    melalui buah dada dan sebelum disapih” (HR Ibnu Hibban, Al-Baghowi.
    Dishahihkan oleh syaikh Albani dalam Irwa’ (7/221) dan Shahihul Jami’
    (7633))

    Rasulullah bersabda:

    “Sesuatu dari susuan tidaklah mengharamkan kecuali apabila dilakukan
    selama dua tahun” (HR ad-Daruquthni, Al-Baihaqi, Ibnu ‘Adi, (syaikh
    berkata: -pent) hadits ini shahih apalagi dengan adanya penguat yang
    cukup banyak)

    Rasulullah bersabda:

    “Tidak ada susuan setelah masa penyapihan” (HR Abdur razaq, Al-
    Baihaqi, Ath-Thabrani, dll, (syaikh berkata: -pent) Hadits ini
    mempunyai dua jalan: ……. Hadits ini lemah, namun menjadi hasan
    lighoirihi dengan jalan kedua ….)

    Secara lahiriah , dalil-dalil ini mensyaratkan bahwa yang dianggap
    susuan adalah anak yang usianya masih kecil. Dan ini adalah pendapat
    jumhur ahli ilmu. Dari sinilah munculnya perbedaan pendapat. Yang
    berpendapat seperti ini diantaranya:

    1. Al-Imam at Tirmidzi
    2. Al-Baghawi
    3. Al-Lajnah Ad-Da’imah lil Ifta’
    4. Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz
    5. Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan Abdullah Al-Fauzan
    6. dll (pent-)

    D. Pendapat Ketiga (Tidak menyebabkan hubungan mahram kecuali karena
    kebutuhan)

    Golongan yang berpendapat demikian dari para muhaqqiq di antara ahli
    ilmu:

    1. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah (Majmu’ Fatawa 34/60)

    Setelah menyebutkan hadits Salim maula Abi Hudzaifah, beliau berkata:

    “Hadits ini dijadikan dalil oleh ‘Aisyah, sedangkan para istri Nabi
    yang lain menolak untuk menjadikannya sebagai dalil. Padahal ‘Aisyah
    juga yang meriwayatkan dari Nabi bahwa beliau bersabda: “Susuan itu
    karena rasa lapar”. Namun ‘Aisyah melihat adanya perbedaan antara
    radha’ah (susuan) dengan sekedar taghdziyah (pemberian makanan).

    Maka apabila tujuan itu adalah yang kedua (memberi makan), jelas
    tidak akan menyebabkan haram (menjadi haram) kecuali bila dilakukan
    sebelum penyapihan. Dan inilah yang dinamakan penyusuan yang umum
    terjadi pada manusia. Adapun tujuan yang pertama, maka boleh saja
    kalau memang diperlukan untuk menjadikannya mahram (yang haram
    dinikahi). Dan kadang dibolehkan karena memang dibutuhkan, dan tidak
    dibolehkan untuk hal-hal lain. Inilah pendapat yang lebih terarah”

    2. Al-‘Allamah Ibnul Qayyim (Zaadul Ma’ad 5/593)

    Beliau mengatakan:
    “Hadits Sahlah bukanlah hadits yang mansukh (dihapus hukumnya), juga
    bukan hadits yang dikhususkan, bahkan bukan pula bersifat umum bagi
    setiap orang. Tapi ini adalah rukhshah (keringanan) karena adanya
    satu kebutuhan bagi orang yang sangat butuh untuk masuk menemui
    seorang wanita, dalam keadaan berat bagi wanita tsb utk berhijab
    dari laki-laki itu. Sebagaimana keadaan Salim dengan istri Abu
    Hudzaifah.

    Jadi, orang dewasa seperti ini bila disusui oleh seorang waniita
    karena memang dibutuhkan, tentunya susuan itu memberikan pengaruh
    (menyebabkan jadi mahram). Adapun bagi laki-laki lain, maka jelas
    tidak akan memberi pengaruh kecuali susuan yang masih bayi. Ini juga
    juga jalan yang ditempuh oleh syaikhul Islam Ibnu Taimiyah.

    Adapun hadits yang yang menafikan susuan pada anak atau orang dewasa,
    mungkin masih merupakan hadits yang mutlak, sehingga dibatasi oleh
    hadits Sahlah, atau bersifat umum dalam keadaan apapun. Maka keadaan
    ini dikhususkan dari keumumannya. Dan ini lebih baik daripada
    menganggap adanya nasakh (penghapusan hukum suatu dalil), atau
    anggapan bahwa hadits ini merupakan pengkhususan bagi orang tertentu
    (dalam hal ini adalah Salim -pent). Bahkan ini lebih dekat dengan
    pengamalan, dengan mengumpulkan hadits-hadits tsb dari dua sisi. Hal
    ini dikuatkan pula oleh kaidah atau pedoman syariat. Wallahu
    muwaffiq.”

    3. Al-‘Allamah Ibnul Amir Ash-Shan’ani (Subulus Salam 3/313)

    Beliau mengatakan: “…Yang paling baik dalam menggabungkan
    (menjama’) antara hadits Sahlah dan hadits-hadits yang bertentangan
    dengannya ialah pendapat Ibnu Taimiyah….”

    4. Al-‘Allamah Asy-Syaukani dalam Nailul Author (3/353-354) dan juga
    dalam As-Sailul Jarrar (2/469) dimana beliau mengatakan:

    “Walhasil, hadits Salim adalah khusus bagi mereka yang dihadapkan
    pada kebutuhan tersebut. Juga bagi seseorang yang perlu memasukkan
    orang lain kepada istrinya, dalam keadaan sangat butuh untuk masuk
    ke rumahnya secara berulang-ulang karena satu keperluan dan
    kemaslahatan. Siapa yang menolaknya tanpa bukti keterangan yang
    jelas, berarti dia membantah Rasulullah dan syariatnya yang suci.
    Dan siapa yang membatasinya untuk Salim semata, berarti dia telah
    mendatangkan sesuatu yang tidak dapat diterima oleh akal sehat.
    Bahkan tidak sesuai dengan kaidah yang baku dalam ilmu ushul fiqh”

    5. Al-‘Allamah Shiddiq Hasan Khan (Ar-Raudhatun Nadiyyah Syarh ad-
    Durar al-Bahiyah (2/88)

    Beliau mengatakan:
    “Saya menyatakan: Walhasil, hadits sebelumnya (hadits Salim) adalah
    shahih. Diriwayatkan pula oleh sejumlah besar rawi, dari sejumlah
    besar rawi pula, pada generasi belakangan dari generasi salaf. Tidak
    ada satupun ahli dalam bidang ini yang mengecam hadits ini. Paling
    akhir, mereka menyelisihinya mengatakan bahwa hadits ini mansukh.
    Namun perlu dijelaskan bahwasanya kalau memang mansukh , tentulah
    ada bantahan terhadap ‘Aisyah dengan alasan ini. Padahal tidak ada
    sama sekali nukilan dari mereka yang mengatakan demikian, sementara
    perselisihan dalam permasalahan ini sangat masyhur di kalangan
    sahabat.

    Adapun hadits-hadits yang menyatakan tidak adanya susuan kecuali
    dalam masa dua tahun dan sebelum disapih, meskipun ada perbincangan
    di dalamnya, ternyata tidak bertentangan dengan hadits Salim. Karena
    hadits-hadits itu umum, sedangkan hadits Salim adalah khusus.
    Sedangkan yang khusus harus didahulukan daripada yang umum. Namun
    hadits Salim ini dikhususkan juga dengan keadaan orang-orang yang
    dihadapkan pada satu kebutuhan sehingga perlu menyusui orang yang
    sudah dewasa, sebagaimana terjadi pada Abu Hudzaifah dan istrinya,
    Sahlah. Disamping itu, Salim bagi keduanya sudah seperti anak
    sendiri. Dia tinggal di rumah mereka, dan berhijab darinya sangatlah
    menyulitkan keduanya. Oleh karena itulah Rasulullah memberi
    keringanan untuk menyusuinya bagi orang-orang yang mengalami kasus
    dan kondisi seperti ini dan tidak ada jalan yang lain
    lagi…..”

    6. Asy-Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu Syaikh (sebagaimana dalam
    Ahkam Ar-Radha’ah yang dikumpulkan dan disusun oleh Abu Malik
    Muhammad Hamid bin Abdul Wahhab)

    Beliau pernah ditanya: “Bagaimana tentang susuan orang yang sudah
    besar, apakah berpengaruh dan menyebabkan pengharaman (menjadi
    mahram)?”

    Beliau menjawab:

    “……”Tidaklah lah mengharamkan sesuatu dari susuan kecuali apabila
    dilakukan selama dua tahun (hadits -pent)”. Inilah yang sesuai dengan
    mazhab Hambali dan dengan inilah fatwa menurut kami.

    Sebagian ahli ilmu berpendapat diakuinya susuan orang dewasa,
    berasalan dengan kisah Salim……….

    Mereka yang berpendapat tidak ada nya pengharaman (yakni tidak
    menjadi mahram) karena susuan anak yang dewasa, menjawab dengan
    beberapa jawaban. Diantaranya bahwa kisah Salim ini khusus baginya,
    sebagaimana diterangkan oleh sejumlah istri Rasulullah, ketika
    mereka mengatakan kepada ‘Aisyah: “Kami berpandangan bahwa ini tidak
    lain adalah rukhshah yang diberikan Rasulullah kepada Salim secara
    khusus. Dan tidak ada satu orang pun yang boleh masuk kepada kami
    kalau dia menyusu dengan cara seperti ini. Dan kami menganggap dia
    tidak boleh melihat kami”.

    Dua orang syaikh (Ibnu Taimiyah dan Ibnul Qayyim) telah mengambil
    jalan tengah dalam masalah ini. Keduanya menerangkan bahwa kisah
    Salim maula Abi Hudzaifah adalah kasus yang khusus meliputi setiap
    keadaan yang sama seperti keadaan Sahlah dan Salim. Hukumnya sama
    seperti hukum yang diterapkan dalam kisah Abu Burdah yang
    menyembelih qurban sebelum sholat ‘Id dan Rasulullah berkata:

    “Kambingmu adalah kambing daging”. Abu Burdah berkata: “Wahai
    Rasulullah, sebetulnya saya punya kambing yang sudah berumur dua
    tahun” Maka beliau mengizinkan seraya mengatakan: “Dan ini tidak sah
    bagi siapapun selain kamu” (HR Al-Bukhari). Syaikhul Islam Ibnu
    Taimiyah mengatakan : “Artinya tidak sah bagi siapapun sesudah
    keadaanmu ini”

    Dan dengan apa yang kami isyaratkan tadi, Syaikhul Islam dengan tegas
    menyebutkan dalam Al-Ikhtiyarat yaitu:

    “Susuan anak yang dewasa tetap menyebabkan keharaman dimana akhirnya
    ia boleh masuk dan berkhalwat. Dan ini jika orang yang menyusu itu
    memang tumbuh dan terbina di rumah itu juga , dan dalam keadaan
    mereka sulit berhijab dari dia. Hal ini berdasarkan kisah Salim
    maula Abi Hudzaifah”.

    Dan dari yang kami paparkan ini, jelaslah jawaban pertanyaan anda.
    Dan nampak bahwa wanita yang anda sebutkan tidak sama keadaannya
    dengan keadaan Sahlah istri Abu Hudzaifah. Artinya dia tidak teruji
    dengan adanya seorang laki-laki yang masuk menemuinya dalam keadaan
    laki-laki itu tumbuh dan terbina selama ini di rumahnya. Hanya saja
    sekarang ini anda ingin menemukan seorang laki-laki yang anda
    menyusu kepada istrinya sehingga menjadi mahramnya, menurut
    pernyataannya. Ini tidak boleh.

    Adapun ucapannya tentang keadaan yang dihadapinya yaitu butuhnya dia
    kepada mahram dan katanya, kalau saya mati siapa yang memasukkan
    saya ke dalam kubur dan melepaskan ikatan saya? Maka
    jawabnya: “Tidak masalah seorang laki-laki ajnabi (non mahram)
    memasukkan jenazah seorang wanita ke dalam kuburnya dan melepas
    ikatan kafannya, meskipun disitu ada mahramnya. Dan taufik itu di
    tangan Allah”.

    7. Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albany

    Saya pernah bertanya kepada beliau tentang masalah ini di rumah
    beliau di ‘Amman, Yordania. Jawaban beliau sama dengan jawaban
    saudara-saudara beliau dari kalangan ulama muhaqqiqin. Dan ini
    terjadi ketika saya berziarah kepada beliau di Yordania tanggal 25
    Rabi’ Ats-Tsani 1404H.

    E. Pendapat Penulis

    Saya mengatakan:

    “Yang di tahqiq oleh para ulama ini (yang memilih pendapat ketiga
    -pent), adalah bentuk pengumpulan yang baik, mengamalkan semua nash.
    Dan inilah yang dimaksudkan oleh nash-nash syariat.

    Kalau kita berpegang dengan hadits Salim maula Abi Hudzaifah saja,
    tentulah kita tinggalkan nash yang lain. Kalau kita berpegang dengan
    hadits yang menafikan (menolak), tentulah kita tinggalkan hadits
    Salim ini. Oleh karena itu kita harus menggabungkan antara nash-nash
    syariat yang ada, selama hal itu memungkinkan.

    Juga karena tidak adanya dalil yang mengkhususkan Salim, bahkan tidak
    pula yang me-nasakh (menghapus hukumnya). Sedangkan kembali kepada
    al-haq adalah wajib atas setiap muslim yang mukallaf”

    F. Cara Menyusui Anak yang Telah Dewasa

    Ibnu Abdil Barr mengatakan (at-Tamhid 8/257):

    “Demikianlah cara menyusui anak yang sudah besar, sebagaimana sudah
    disebutkan. (Yaitu dengan cara) dia memerah susunya kemudian
    meminumkannya. Adapun menghisap langsung dari puting susu ibu susunya
    seperti hal nya anak-anak bayi, ini tidak dibenarkan….”

    G. Jangan Izinkan Istrimu Menyusui Laki-Laki yang Rusak

    Jika memang terpaksa harus menyusui anak yang sudah besar, maka
    hendaklah orang yang menyusu itu adalah orang yang shalih dan
    bertaqwa. Bukan orang yang rusak dan jahat, karena dia akan masuk
    menjadi mahrammu.

    Dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah bersabda:

    “Seseorang dinilai (agamanya) dengan siapa yang jadi teman dekatnya
    (kesayangannya). Maka perhatikan olehmu siapa yang jadi teman dekat
    kesayangannya” (HR Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidzi, dia berkata: hadits
    hasan gharib)

    sumber : http://groups.yahoo.com/group/assunnah/message/22805

  13. oya ane tambah lagi…
    sebenarnya ini adalah kasus biasa selama memang diperlukan terutama dalam keadaan darurat/teramat penting maka dapat dilakukan sesuai tuntunan syariat.
    klo semua mereka tadi berfikir bahwa ini adalah porno maka ini adalah suatu ketololan. hal itu karena di dalam pikiran mereka bahwa secara praktikal (seperti yg ane sebut diawal tadi) adalah sama seperti menyusui bayi yaitu langsung ke puting susu plus ditambah mata en mungkin “maaf” tangan pria pun main disitu.
    sedangkan jelas hal ini tidak boleh.
    jadi inti dari itu adalah bukan menyusuinya melainkan air susunya yang diminum dengan ditujukan/diniatkan untuk menjadikannya mahram sesuai syariat tentunya.

    maka ingatlah firman ALLAH SWT :

    “Dan selama-lamanya Yahudi dan Nashrani tidak akan ridha kepadamu sampai engkau mau mengikuti agama mereka”. (Al Baqarah: 120).

    Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun; dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. [QS. Ali Imran 3:144].

    Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata: “Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nasrani”. Demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah: “Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar”.
    [QS. Al-Baqarah 2: 111].

    Jadi ini adalah pelajaran bagi kita semua untuk terus fastabiqul khairat (berlomba-lomba menuju kebaikan akhirat) yaitu dengan salah satunya BELAJAR. Ingat ini adalah fardhu ‘ain (kewajiban personal) jadi kita tidak bisa menyalahkan orang lain jika kita bodoh tapi kitalah yang salah tidak mau belajar. Dan ingat ALLAH akan menilai amaln kita per-individu maka tidak ada istilah kolusi atau kita merasa pengikut si kyai ini ustadz itu atau anak famili habib sana dll. Carilah ilmu dan KRITISLAH untuk dirimu sendiri keluargamu dan masyarakat

    “Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” [At-Tahrim 66: 6].

    Sekianlah teman2 smua akhirnya insyaALLAH kita semua akan…

    “Wahai jiwa-jiwa yang tenang kembalilah kepada TuhanMu dengan hati yang puas lagi diredhaiNya.. maka masuklah ke dalam jemaah hamba-hambaKu dan masuklah ke dalam syurgaKu”
    [Al Fajr 89: 27-30]

  14. ana ingin bertanya ni?ada teman ana dia seorang bertaqwa pada allah,tapi dia sifatnya anak kecil trus teman mengenalkan dg seorang pelacur,tpi pelacur ini ingin belajar pada teman saya karna dia seoarang yang bertaqwa.
    tpi teman saya ni takut dkt dg dia karna dia seoarang pelacur,tpi dia ingin bertobat
    takut nya ada nafsu syetan.
    pelacur ini udah punya ank umur 3 blan dia tau tentang masalah ni
    jdi dia bilang sma pelacur ini sapilah aku dg gelas agar aku jadi muhrimmu.
    tpi ibu ni g mau ktanya langsung aja,trus katanya aku inigin menyusui kmu langsung di puting ini agar kamu benar2 menjadi anakku
    gmn pak jwabanya
    tpi wanita ini ingin bertobat melalui teman ku ini
    dan jg ingin memunyai anak sholeh agar dia didoakan karna dosa2 nya slama ini

  15. keterangan di atas sangat bagus…

    nah… mari kita ambil pelajaran…

    sebaik-baik orang adalah yang berhati-hati… mengenai 3 pendapat diatas… memilih pendapat pertama jg dibolehkan… yang mana menganggap menyusu bagi orang dewasa adalah menyebabkan kemahraman… sehingga bagi seorang suami dia akan berhati – hati dalam berhubungan dengan istri… agar jangan sampai terminum susu istrinya, yang mana apabila terminum (sesuai kadar ibu susuan) maka akan dihukumi sebagai ibu susuan yang menjadi mahram baginya… sehingga dia wajib bercerai…

    adapun pendapat pertama hadisnya sangat kuat/sahih… dan pendapat kedua rata2 hasan… jadi mengambil pedoman yg lebih sahih itu adalah lebih baik dan lebih berhati-hati… :D

    ========= mengenai orang non muslim = yaa namanya jg orang2 yg benci… ada sedikit hal yang aneh bagi mereka.. dengan serta merta mereka mengolok-ngoloknya bahkan dicampuri dengan pikiran yg dari sononya emang udah piktor…

  16. asik neh beritanya ayo lanjutin terussss

  17. ye sewot, beneran tuh referensix emg gtu kok.monggo ditiru aj biar bisa hot

  18. hanya orang indonesia yg menyamakan menyusui dg menghisap n mengemut payudara… hadist tsb terjadi krn salim anak angkat dari kecil dan sahlah dianggap ibu sndiri.. tau sndiri kan beda usianya? dan apakah sahlah mash keluar susuna? jika payudara tak keluar susuna apkh mash disebut menyusui? anda bilang islam sesat.. lalu agama anda apa benar? tunjukan kalo agama anda benar

  19. situs ini termasuk dalam pembohongan publik

  20. tentang muhammad dan aisyah yang benar tuh disini http://penelitian.webs.com/umuraisyapolemik.htm

    JUSTRU HADIS SAHIH yang benar !

  21. bos yang punya blog tolong website ini dimasukkan ke blog ente http://www.penelitian.webs.com itu hasil penelitian bertahun-tahun dan tentang muhammad dan aisya itu ternyata HADIS SAHIH yang benar http://penelitian.webs.com/umuraisyapolemik.htm

    malah website islam yang bilang “MELURUSKAN PERNIKAHAN NABI MUHAMMAD” justru faktanya adalag MEMBELOKKAN APA YANG SUDAH LURUS !!!

  22. all christians are mother fuckers!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  23. ini semua orang kok ngajak perang antar agama tu gmana nih…gini saja loh…entah itu lelaki dewasa atau bayi sekalipun dari jaman batu sampe besok mau kiamat diapa apakan kita pernah minum ASI. sudah jangan engkel2lan kyok ngene. Di lihat orang2 nih.

  24. whakakakaka………… muslim ki piye to wong dikasih fakta yg benar2 shahih kok bisa2nya bilang FITNAH.
    Menurutku timbulnya penafsiran2 dari pr ulama yg dikatakan ahli itu, HANYA krn mereka nggak ridhoo istrinya melakukan spt yg di perintahkan nabi.
    Ampun7x……… lucu buuangeeeet. hadis shahih ik pren…benar2 shahihhhhhhh
    wkwkwkwkwk………….. Mereka yg ngeyel itu kemungkinan besar nggak bisa baca dlm bhs arab, sekalipun bisa paling hanya hafalan, apalagi tahu artinya????
    Dilihat dr alur kalimatnya itu JELAS, LUGAS, TO THE POINT… ngapain di tafsir2 lagi????
    Jadinya di kibulin deh sama uztadnya…… huahahahaha…

  25. Hee anjing n babi yang tersesat…… penyembah tuhan PORNO (dasar muka muka bokep lho, begoooo…) wajar klo pikirannya ngeres trus karena Tuhannya ja ngak pake baju cuma pake kolor doang…kasian dech punya tuhan miskin ngak kuat beli baju, klo memang lho kaya belikan baju tu Tuhannya biar sopan dikit, dah tahu tuhannya miskin masih disembah?!!!,ayo saya tantang kalian tuk berdebat, ajak pastur, pendeta, romo dan ikan paus paulus yang bisa dimakan tu.. bawa kitab kalian dan saya akan bawa al-Qur’an saya, kemudian mari kita bakar kitab2 tu kemudian susun lagi kitab2 kalian dari awal sampe akhir dan saya akan menyusun al-qur’an saya dari al-fatihah sampe an-Nas, klo kalian mampu saya akan cium tangan kalian, tapi klo kalian kalah sudah tdk usah banyak komentar / menggonggong di situs ini malu sama orang, saya tunggu jawabannya wahai anjing sipit or anjing hitam……!

  26. Its just a shit News. Black campaign !

  27. Apa HUKUMANnya bagi orang yang menFITNAH NABI MUHAMMAD,…..???
    ini hadit’s SANGAT MERUSAK,………..
    Semoga manusia yg membuat HADITs ini dan semua yg mengsahihkan segera bertaubat,……….
    sesungguhnya Allah maha penerima Taubat,….

  28. ni blog gila!!!
    gak waras!!!
    yg nulis org begok, anjing!!

  29. anda sebagai non muslim. Apakah sudah meneliti, cara beribadah yang di
    lakukan selama ini, sesuai dengan perintah Nabi atau tuhan anda. Coba buktikan dalilnya.

  30. mantab …mau dong…apa lagi susu nyang pul……ha ha ha….susu aurah kasih..sadap……muhammad memang jempolan….anak 6 tahun juga di embat….pria 60 tahun….bermain boneka dengan aisyah..sambil colek-colek.hajar aswadnya neng aisyah……mantab bro….

  31. Ha ha, memang anda sangat hebat dalam menganalisis hadist tersebut, tapi analisinya lucu, orang yang gak paham agama menganalisis agama, ya gak pas, sekarang saya tanya anda hafal berapa hadist, matan, sanad, dan asbabul wurud hadist tersebut. apalagi sekarang jikalau anda tidak muslim, lawong agamanya aja gak bener apalagi analisisnya, sampai sekarang agama mana yang bisa menang berdialegtika dengan islam. saya dulu pernah menyaksiakan dialog kebenaran tuhan antara islam dengan non islam. eh non muslimnya keok dan kebakaran jenggot.

    kalau orang non islam masuk islam berarti orang cerdas, tapi kalau orang islam murtad karena perut, klw menurutkuuuu cinta dengan dunia adalah pangkalnya segala kehancuran dunia and akhirat. yang paling benar lagi dalam Alqur’an, orang non muslim gak akan pernah ridho dengan seseorang muslim jikalau muslim trsebut tidak masuk pada agamanya. dan yang paling enaknya lagi. orang non muslim akan dijadikan tumbal untuk menebus dosanya orang muslim………..” mampus lho >” besok di akhirat, ha, ha, wek wek. kalau menurutku silahkan anda beragama non islam malah tambah enak nanti orang muslim banyak tumbalnya.

  32. bego smua


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 219 other followers

%d bloggers like this: