Posted by: islambertobat | May 16, 2011

Tujuh Tingkatan Surga


Diposkan oleh Ali Sina pada tanggal 11 November 2010

Harun Yahya, telah menerbitkan artikel berikut ini di situsnya. Setelah saya mengklarifikasi kesalahannya, ia menyingkirkan artikelnya itu. Namun demikian, masih banyak situs islami yang memuat artikel tersebut.

Lapisan-lapisan Atmosfir

Satu fakta mengenai (lihat: about) alam semesta dinyatakan dalam ayat-ayat Qur’an yaitu langit terdiri dari tujuh lapisan.

“Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu”(Qur’an, 2:29)

Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, …Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya”  (Qur’an, 41:11-12)

Kata  “langit”, yang muncul di banyak ayat dalam Qur’an, digunakan untuk langit di atas bumi, juga untuk seluruh alam semesta. Bahwa kata tersebut berarti demikian, maka langit di atas bumi ini, atau atmosfir, terdiri dari tujuh lapisan.

Langit memiliki semua unsur yang diperlukan untuk kehidupan di muka bumi ini. Salah-satunya adalah atmosfir, yang bertindak sebagai perisai yang melindungi semua yang hidup. Pada masa kini, sudah menjadi fakta yang tak terbantahkan bahwa atmosfir terdiri dari lapisan-lapisan yang berbeda; satu lapisan di atas lapisan lainnya. seperti yang digambarkan dalam Qur’an, atmosfir tepatnya terdiri dari tujuh lapisan. Sudah tentu ini adalah salah-satu dari mujizat-mujizat Qur’an.

Memang benar, sekarang telah diketahui bahwa atmosfir dunia ini terdiri dari lapisan-lapisan yang berbeda; satu lapisan di atas lapisan lainnya. Lebih jauh lagi, atmosfir ini, seperti yang digambarkan dalam Qur’an, terdiri dari tepat tujuh lapisan. Dalam sebuah sumber ilmiah, hal ini digambarkan sebagai berikut:

Empatbelas abad lalu, ketika langit diyakini adalah satu kesatuan yang utuh, Qur’an secara ajaib menyatakan bahwa langit terdiri dari lapisan-lapisan, bahkan hingga “tujuh” lapisan. Di satu sisi, belum lama ini sains modern menemukan fakta bahwa atmosfir yang mengelilingi bumi terdiri “tujuh” lapisan dasar..

Kebenaran Mengenai Tujuh Lapisan Surga

Lapisan Bumi

Konsep pra-Kopernikan mengenai alam semesta mengatakan bahwa alam semesta itu geosentris, yaitu mereka berpandangan bahwa bumi ini datar dan berada di pusat alam semesta. Mereka percaya bahwa Matahari dan Bulan, juga Saturnus, Yupiter, Mars, Venus dan Merkurius yang adalah tujuh benda langit adalah dewa-dewa. Benda-benda langit inilah satu-satunya obyek yang dapat dilihat manusia dengan mata telanjang, ketika mereka bergerak di langit, sedangkan bintang-bintang hanya diam di tempatnya.

Lapisan-Lapisan Langit

Mereka percaya bahwa planet-planet atau “dewa-dewa” ini masing-masingnya mempunyai ruangnya sendiri. Lapisan-lapisan ini tidaklah sama dengan orbit yang kita ketahui sekarang. Planet-planet tidak mengorbit di matahari tetapi mereka semua mengelilingi bumi yang datar dalam urutan berikut:

Yang terdekat dengan Bumi adalah Bulan dan yang terjauh adalah Saturnus. Oleh karena itu, konsep 7 lapisan surga didasarkan pada astronomi kuno, dimana setiap benda langit menempati sebuah ruang kristal, satu di atas yang lainnya seperti lapisan-lapisan bawang merah.

Baik Yudaisme maupun kekristenan membuat referensi mengenai ke-tujuh lapisan surga ini. Sebagai contoh, Dante dalam karyanya Divina Comedia mengacu kepada Rasul Paulus dalam  2 Corinthians 12:2 berkata: “Aku mengetahui seseorang di dalam Kristus empat belas tahun yang lalu, entah di dalam tubuh, aku tidak tahu, entah di luar tubuh aku tidak tahu, Elohim mengetahuinya. Orang itu diangkat sampai ke surga yang ketiga”.

Surga adalah dunia fisik yang ada di atas bumi. Konsep surga yang spiritual adalah konsep yang baru. Dalam alam pikiran manusia kuno, perbedaan antara surga fisik (langit) dan surga spiritual tidak terlalu jelas. Sebagai contoh, “cielo” dalam bahasa Spanyol masih berarti langit dan juga surga.

Tidak hanya Surga yang mempunyai tujuh lapisan, bumi juga mempunyai tujuh lapisan dan merepresentasikan dunia bawah atau Neraka. Sebagai contoh, Dante pada kunjungannya ke tingkatan neraka yang terendah bertemu dengan dua orang yang tubuhnya terbelah dan ia mendapati bahwa kedua orang itu adalah Muhammad dan Ali. Ia menceritakan perjumpaannya dengan dua orang terkutuk itu demikian:

“Sesungguhnya (tubuhnya) seperti kantung, yang terbuka di bagian depan atau bagian yang melintang, tidak terlalu terbuka seperti yang saya lihat menempel dari dagu hingga kemana angin berhenti: di antara kedua kakinya tergantung bagian dalam perutnya, bagian dalam tubuhnya terlihat, dan kantung kosong yang membuang apa yang ditelan. Sementara semua orang memandanginya saya merapikan diri, ia menatapku, dan dengan tangannya ia membelah dadanya dan berkata, Kini lihatlah bagaimana saya menyerahkan diri sendiri, lihatlah betapa hancurnya Mahomet. Ali berjalan di depan saya sambil meratap, melekat di wajah dari dagu hingga ke dahi dekat rambut; dan semua yang lainnya yang engkau lihat disini, ketika masih hidup, menaburkan skandal dan perpecahan, dan oleh karena itu mereka sangat melekat

Angka 7 sangat terpatri dalam pikiran orang kuno sedemikian sehingga anda dapat menemukannya dimanapun.

Tujuh planet atau dewa telah diidentifikasi dan fase-fase bulan berubah tiap 7 hari. Alkitab menyatakan bahwa Tuhan beristirahat pada hari ke-7 setelah Ia menyelesaikan karya penciptaan-Nya. Dan setiap tahun ke-7 adalah tahun Sabat, 7 x 7 tahun adalah tahun Yobel.

Kaum pagan membagi minggu-minggu mereka menjadi 7 hari, setiap harinya merepresentasikan satu dewa.

Hari Sabtu adalah hari pertama minggu itu (ini masih berlaku di negara-negara Islam) didedikasikan kepada Saturnus (Dies Saturni),

1.    Minggu kepada Matahari (Dies Solis),

2.    Senin kepada Bulan (Dies Lunae),

3.    Selasa kepada Mars (Dies Martis),

4.    Rabu kepada Merkurius (Dies Mercurii),

5.    Kamis kepada Yupiter (Dies Jovis), dan

6.    Jumat kepada Venus (Dies Veneris). [1]

Dari urutan ini lahirlah 7 panglima malaikat yang kita kenal yaitu Mikhael, Gabriel, Raphael, Uriel, Raguel, Sariel, dan yang dibuang dari surga yaitu Lucifer.

Konsep pagan mengenai tujuh lapisan surga masuk ke dalam Yudaisme dan angka 7 dapat ditemukan dalam Yudaisme lebih banyak daripada yang lainnya. Mengapa? Karena Midrash mengajarkan ada 7 lapisan surga, jelas ini adalah pengaruh paganisme dalam Yudaisme.

“Ketika Adam berdosa, Shekinah pergi ke surga ke-satu. Dosa Kain membuatnya pergi ke surga ke-dua; dosa generasi Enos membuatnya (Shekinah) pergi ke surga ke-tiga; generasi air bah membuatnya pergi ke surga ke-empat; generasi diaspora membuatnya ke surga ke-lima; orang-orang Sodom membuatnya ke surga ke-enam; Mesir pada jaman Abraham membuatnya pergi ke surga ke-tujuh… (Bereishis Rabbah 19:7)” [2]

Berdasarkan kitab-kitab suci Yudaisme, penciptaan berlangsung selama 7 hari; Naaman harus membasuh dirinya 7 kali agar sembuh dari kusta; orang Israel harus berbaris mengelilingi Yerikho selama 7 hari dan 7 kali pada hari ke-7; mereka harus mengkhususkan hari ke-7 untuk beristirahat dan beribadah. Ada 7 kaki dian dalam Bait Suci, dan sebagainya. Dalam kitab Wahyu, kita mendapati 7 roh, 7 kaki dian, 7 gereja, 7 bintang, 7 meterai, 7 terompet, 7 cawan, 7 guntur, 7 tulah, 7 gunung dan 7 raja. Masa tribulasi adalah 7 tahun, dan merupakan “tahun-tahun pekan” terakhir dari 70 pekan Daniel (Daniel 9:24-27). [3]

Muhammad tidak menciptakan konsep tujuh lapisan surga. Ia hanya membeo pemahaman orisinil pagan mengenai gagasan ini tanpa pemahaman. Ia menulis:

Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya; dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang …” (Qur’an 41: 12).

Ayat ini tidak berkaitan dengan lapisan-lapisan atmosfir seperti yang diklaim oleh si penipu Harun Yahya. Ayat ini berkaitan dengan konsep geosentri alam semesta yang diyakini pada masa Muhammad. Perhatikan juga, menurut Muhammad bintang-bintang adalah lampu yang ditempelkan di langit-langit lapisan terbawah surga untuk menghiasinya. Tingkatan terendah adalah ruang yang ditempati Bulan. Jelaslah, bintang-bintang tidak berada di lapisan yang sama dengan Bulan, dan baik Bulan maupun bintang-bintang tidak berada di atmosfir terbawah bumi.

Kenyataannya, konsep lapisan-lapisan surga seperti yang disebutkan dalam Qur’an sama sekali tidak berkaitan dengan lapisan-lapisan atmosfir yang oleh situs Islam www.understanding-islam.com coba untuk memberikan suatu signifikansi yang sangat mistis terhadap ayat tersebut dan mengklaim bahwa konsep itu berbicara mengenai “surga spiritual” yang akan dimasuki jiwa setelah kematian.  [4]

“Referensi fakta bahwa Tuhan telah menciptakan tujuh surga secara umum dikemukakan dalam Qur’an, sebagai jawaban terhadap skeptisisme yang ditunjukkan orang-orang tidak beriman berkenaan dengan kemungkinan adanya kehidupan sesudah kematian … itu berkaitan dengan kebesaran ciptaan-Nya. Qur’an mengatakan bahwa Allah tidak hanya menciptakan satu langit, yaitu satu alam semesta, melainkan tujuh langit seperti itu – atau tujuh alam semesta.

Nampaknya alam semesta yang luas tempat tinggal kita ini, yang batas-batasnya masih belum diketahui manusia, hanyalah satu dari surga-surga (alam semesta), dan masih ada tujuh lainnya, yang kita – dengan semua perkembangan ilmiah kita – sama sekali tidak ketahui. Ayat-ayat tertentu dalam Qur’an dengan jelas menyebutkan bahwa ruang angkasa yang luas di sekeliling kita hanyalah salah satu dari beberapa alam semesta ini…”

Situs Islam www.pakistanlink.com mengutip Maududi, seorang sarjana Muslim terkemuka dan penafsir Qur’an yang mengatakan:

Sulit menjelaskan dengan tepat apa yang dimaksud dengan ‘tujuh surga/langit’. Sepanjang masa manusia telah berusaha, dengan bantuan observasi dan spekulasi untuk mengkonseptualisasikan ‘surga’, yaitu yang ada di balik dan di atas bumi.  Seperti yang kita ketahui konsep tersebut terus menerus berubah. Oleh karena itu tidaklah tepat mengkaitkan makna kata-kata dalam Qur’an ini dengan salah satu dari banyak konsep ini.  Apa yang secara umum dapat ditarik dari pernyataan ini adalah bahwa Allah telah membagi alam semesta di atas bumi menjadi tujuh ruang berbeda, atau bahwa bumi ini berada di bagian alam semesta yang terdiri dari tujuh lapis berbeda” [5]

Dari Ahadith (terutama Hadith Mi’raj) kita mendapati bahwa surga pertama adalah yang terdekat dengan bumi. Jadi urutannya dimulai dari bumi dan surga/langit tertinggi adalah langit ke-7. [6].

Seperti yang kita lihat, para sarjana Islam tidak mampu menjelaskan makna langit ke-7 yang disebutkan dalam Qur’an dan berusaha memberikan signifikansi esoteris mengenai hal itu. Jika kita harus percaya bahwa tujuh surga adalah gambaran tujuh lapisan atmosfir maka kita harus berasumsi bahwa bintang-bintang letaknya tidak lebih dari 11 kilometer di atas bumi, karena seperti dikatakan Sura 41:12 langit terendah dihiasi dengan bintang-bintang cemerlang. Troposfir berakhir sekitar 11 kilometer di atas permukaan bumi.

Tidak hanya Muhammad, sama seperti orang-orang lain pada jamannya, percaya bahwa surga mempunyai tujuh lapisan, ia juga berpikir bahwa bumi pun terdiri dari tujuh lapisan.

“Allah adalah yang telah menciptakan tujuh langit dan bumi dengan jumlah yang sama …” ]

Dalam ayat ini jumlah bumi tidak dipertanyakan. Tetapi mengasumsikan bahwa semua orang sepakat bahwa ada tujuh bumi. Penekanannya ada pada klaim bahwa Allah adalah pencipta ke-7 bumi ini. Alasannya adalah karena sama seperti tujuh langit, manusia kuno telah sepakat bahwa juga ada tujuh lapis bumi. Muhammad semata-mata hanya menyatakan apa yang telah jelas bagi orang-orang pada masanya, namun tentu saja ia sangat keliru menurut sains modern.

Tujuh bumi apa yang sedang dibicarakan Muhammad? Jika ada tujuh benua di bumi, para apologis Muslim tidak akan ragu mengklaim ayat ini sebagai mujizat. Tetapi tidak ada tujuh benua di bumi ini. Muhammad sedang berbicara mengenai tujuh LAPISAN bumi. Ia sedang berbicara mengenai lapisan-lapisan yang sama yang digambarkan Dante dalam Infernonya. Beberapa hadith memperjelas hal ini.

Rasul Allah berkata, “Barangsiapa merampas tanah seseorang dengan semena-mena, lehernya akan dililit dengan itu hingga turun ke bumi yang ketujuh (pada Hari Kebangkitan)” [7]

Turun ke bumi yang ketujuh adalah gambaran ujung neraka, dimana Dante menemukan Muhammad dan Ali dengan tubuh tercabik-cabik. Menarik sekali bila memperhatikan bahwa baik Muhammad dan juga Ali merampas dan membunuh orang-orang yang tidak berdosa, atau membuang mereka dan merampas tanah mereka dengan semena-mena. Fadak adalah sebuah desa yang indah dengan banyak taman yang dirampas Muhammad dari orang-orang Yahudi Khaibar setelah membinasakan mereka dan memberikannya kepada Fatima putrinya, yaitu istri Ali. Saya terkejut, Dante tidak melihat Fadak melilit di leher Muhammad dan Ali ketika ia bertemu dengan mereka di neraka. Bukankah ini bukti lainnya bahwa deskripsi mereka tentang neraka ternyata salah?

Deskripsi terperinci ketujuh bumi ini diberikan oleh  Muhammad ibn ‘Abd Allah al-Kisa’i:

“… Ada tujuh bumi. Yang pertama disebut  Ramaka, yang di bawahnya adalah Angin Hampa, yang dikendalikan oleh tidak kurang dari tujuh puluh ribu malaikat. Dengan angin ini Allah menghancurkan orang Ad. Para penduduk Ramaka adalah bangsa yang disebut Muwashshim, yang mengalami siksaan kekal dan retribusi ilahi. Bumi yang kedua disebut Khalada, disanalah ada penyiksaan terhadap para penghuni neraka. Disana tinggallah bangsa yang disebut Tamis, yang makanannya adalah daging tubuh mereka sendiri dan yang minum darah mereka sendiri. Bumi yang ketiga disebut Arqa, disanalah tinggal elang-elang seperti keledai dengan ekor seperti tombak. Di setiap ekor ada tiga ratus dan enam puluh bulu yang beracun. Bila satu bulu saja ditaruh di muka bumi, seluruh dunia ini akan berlalu. Para penduduknya adalah bangsa Qays, yang makan kotoran dan minum air susu ibu. Bumi keempat disebut Haraba, disana tinggal ular-ular neraka, yang besar seperti gunung. Tiap ular mempunyai taring seperti pohon-pohon palem yang tinggi, dan jika mereka menyerang gunung yang terbesar dengan taringnya, maka gunung itu rata dengan tanah. Para penduduknya adalah bangsa Jilla, dan mereka tidak mempunyai mata, tangan atau kaki tetapi bersayap seperti kelelawar dan hanya mati karena usia tua. Bumi yang kelima disebut Maltham, disana batu-batu belerang bergantungan di leher orang kafir. Ketika api dinyalakan, bahan bakar ditaruh di dada mereka, dan nyala api melompat ke wajah mereka, karena Ia telah berkata: bahan bakar api itu adalah manusia dan batu-batu (Sura 2:24), dan api akan menutupi wajah mereka (Sura 14:50). Para penduduknya adalah bangsa  Hajla, yang berjumlah banyak dan saling memakan di antara mereka. Bumi yang keenam disebut Sijjin. Inilah daftar penghuni-penghuni neraka, dan perbuatan-perbuatan mereka jahat semata, seperti yang telah dikatakan-Nya:

Sesungguhnya kitab orang yang durhaka tersimpan dalam Sijjin (Sura 83:7). Disana tinggallah bangsa yang disebut Qatat, yang bentuknya seperti burung dan menyembah Allah dengan sungguh-sungguh. Bumi ketujuh disebut Ajiba dan merupakan tempat tinggal Iblis. Disana tinggallah bangsa yang disebut Khasum, yang HITAM  dan pendek, dengan cakar seperti singa. Kepada merekalah akan diberikan kekuasaan atas Gog dan Magog, yang akan dihancurkan mereka … [8]

Tidak sulit melihat bahwa kisah-kisah ini tidak masuk akal. Semua ini hanya cerita dongeng yang bahkan akan ditertawakan anak-anak.

Seperti yang sudah berulangkali dibuktikan, Qur’an itu keliru dalam semua pandangannya. Satu kesalahan saja sudah cukup membuktikan Muhammad bukanlah utusan Tuhan melainkan hanyalah seorang pembohong. Kami telah menunjukkan ada ratusan kesalahan dalam Qur’an. Namun orang Muslim terus saja mencari-cari “mujizat” untuk membodohi diri mereka sendiri dan mencari validasi untuk keyakinan mereka.

 

1- [Untuk memahami mengapa susunan ini dipilih, lihat tautan berikut: http://www.12×30.net/origin.html]

2-  http://www.neveh.org/winston/parsha63/nitzvylc.html

3-  http://www.answering-islam.org/Nehls/Ask/number19.html

4- http://www.understanding-islam.com/rq/q-014.htm

5 -  (Towards Understanding the Qur’an, diterjemahkan oleh Zafar Ishaq Ansari, vol. 1, h.58 note no. 34.) dari Ahadith (terutama Hadith Mi’raj) http://www.pakistanlink.com/religion/2000/03-31.html

6- Ibid

7-   dan

8- (Tales of the Prophets-Qisas al-anbiya, terj. Wheeler M. Thackston Jr. [Great Books of the Islamic World, Inc., Didistribusikan oleh Kazi Publications; Chicago, IL 1997], pp. 8-9)” diambil dari:  http://answering-islam.org.uk/Quran/Science/seven_earths.html

About these ads

Responses

  1. Makna/tafsir tentang langit dan penciptaannya terdapat banyak tafsir. Tafsir yang ada saat ini juga masih bersifat sementara dan bisa saja berubah sesuai dengan perkembangan iptek. Saat ini manusia mungkin belum sepenuhnya berhasil mengungkap tentang langit dan bagaimana penciptaannya. Banyak hal dalam Quran yng dulu dianggap aneh dan masuk akal, kini mulai banyak terbukti dan rasional.

  2. Yahudi keparat kowe tek sembeleh ngeneh, koplak kowe kurang ajar, bisa mikir mbok wis gede

  3. Pendeta dungu…allah menciptakan langit 7 lapis itu memang benar.itu tertera di al quran..para ilmuan antariksa menyatakan bahwa kapal mereka pas mengorbit planet yg paling jauh meliat suatu tirai seperti atmosfer seperti di bumi.yg menahan benda2itu memasuki sesuatu daerah yg di lindungi nya

    • Menurut alquran allah menghiasi langit terdekat dengan bintang bintang.. Slim, coba tanya sama anak SD… apakah yg lebih dekat dengan bumi itu bulan atau bintang…

      Jangan jangan Allah SWT belum lulus Paud….
      Allah swt maha GOBLOK….

  4. Rabb..dasar lo otak udang..bulan sama bintang itu beda..coba cari defenisi bulan sama bintang..bulan itu kayak upil aja ga dibandingin sama bintang..biar lo tau..goblok


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 229 other followers

%d bloggers like this: