Oleh: Sujit Das
“Menghormati iman orang-orang percaya yang tulus seharusnya tidak menyebabkan investigasi yang dilakukan para ahli sejarah dilarang atau dibelokkan….Seseorang harus mempertahankan hak-hak metodologi dasar sejarah.”
- Maxime Rodhinson, 1981; p. 57
(Photo Source: Wikipedia, 2009)
Foto salah satu perkamen Sana’a Qur’an dari Gerd R Puin’s, memperlihatkan lapisan revisi yang dilakukan terhadap Quran
Seringkali orang-orang Muslim mengatakan bahwa baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru telah dikorupsi dan diubah secara serius. Mereka katakan, supaya sebuah Kitab Suci bisa dikatakan sebagai otoritatif, maka ia harus dipelihara tetap tanpa perubahan sama sekali, dan menunjuk pada Qur’an mereka sebagai kitab suci yang diwahyukan kata demi kata dan surat demi surat kepada Muhamamad oleh Allah. Quran mengklaim, “Tidak boleh ada perubahan dalam firman-firman Allah” (10:64), dan ”Tidak ada yang bisa merubah kata-kata (dan peraturan) Allah” (6:34).
Tetapi betapa anehnya ‘doktrin pembatalan’ ini, dimana wahyu-wahyu yang datang kemudian membatalkan wahyu-wahyu terdahulu, sebagaimana Quran (2:106) menegaskan, ”Wahyu-wahyu…..Kami membatalkan/mencabut atau menyebabkan untuk dilupakan.” Juga, sebuah Hadis (6:558) dari Sahih Bukhari menegaskan bahwa Muhammad melupakan banyak ayat. Disamping itu, Sunaan ibn Majah (3: 1944) mencatat bahwa setelah kematian Muhammad, sejumlah wahyu dimakan oleh seekor kambing. Bagaimana kata-kata Ilahi bisa dimakan, diubah, dibatalkan atau dihapuskan, meskipun ada klaim dari Allah dalam Sura 10:64 dan 6:43?
Tidakkah semua klaim-klaim dari Allah ini berkontradiksi dengan diriNya sendiri? Tetapi ajaibnya; kenyataan ini sama sekali tidak mengganggu pemikiran orang-orang Muslim. Barangkali, jika kita bisa menghadirkan Quran lain yang “otentik”, dan yang berbeda dengan bentuk standar Quran yang ada saat ini, maka Muslim akan mulai menggunakan logika mereka.
Kebenaran yang sangat menghancurkan adalah bahwa sejumlah besar naskah-naskah kuno, berasal dari abad pertama Hijrah ditemukan di Mesjid Agung di Sana’a (Yaman), yang secara signifikan berbeda dengan Quran standar yang ada sekarang. Sistem penanggalan dengan menggunakan Carbon meyakini bahwa naskah-naskah Quran ini tidak dibuat oleh lawan-lawan keagamaan. Disamping itu, naskah-naskah Quran ini ditemukan oleh orang-orang Muslim sendiri, bukan oleh orang-orang kafir.
Barangkali inilah peristiwa yang paling memalukan dalam sejarah Islam yang sudah berlangsung selama 14 Abad.
Mesjid Agung Sana’a adalah salah satu Mesjid tertua dalam sejarah Islam. Gedung ini dibangun pada tahun 6 Hijrah ketika Muhammad mempercayakan salah seorang dari teman-temannya untuk membangun sebuah Mesjid di Yaman, yang diperluas dan diperbesar oleh para pemimpin Islam dari masa ke masa.
Pada tahun 1972, ketika berlangsung restorasi Mesjid Agung ini (hujan deras menyebabkan dinding bagian Barat Mesjid ini rubuh), para tukang yang bekerja dalam sebuah ruangan mahkota diantara struktur bagian dalam dan atap bagian luar, menemukan sebuah kuburan yang menakjubkan, yang pada saat itu, karena ketidaktahuan mereka, mereka tidak menyadari apa yang ada di situ. Biasanya mesjid tidak mengakomodasi kuburan, dan situs ini juga tidak berisi batu nisan, tidak ada sisa-sisa tubuh/tulang manusia dan juga tidak ada barang-barang peninggalan dari pemakaman. Tak ada benda lain di dalamnya kecuali perkamen tua dan dokumen-dokumen surat yang jumlahnya sangat banyak. Juga di dalamnya ditemukan buku-buku yang sudah rusak dan halaman-halaman teks individual dalam bahasa Arab, yang sudah lebur menjadi satu oleh karena hujan dan kelembaban selama lebih dari seribu tahun.
(Sumber foto: Dreibholz, 1999, p. 23)

Sejumlah fragmen-fragmen perkamen Qur’anik dalam kondisi ketika mereka ditemukan
Para tukang yang tidak mengerti itu kemudian mengumpulkan naskah-naskah tersebut, memasukkannya dengan sembrono ke dalam 20 karung kentang, dan meletakkannya pada tangga di salah satu menara Mesjid, dimana naskah-naskah itu pun kemudian dikunci di situ. Naskah-naskah itu akan kembali dilupakan, jika bukan karena Qadhi Isma’il al-Akwa, Presiden Otoritas Barang-Barang Antik Yaman, yang di kemudian hari menyadari pentingnya penemuan itu. Al-Akwa mencari pertolongan dari dunia Internasional untuk menguji dan mengawetkan fragmen-fragmen itu, sebab tidak ada seorang pun sarjana di negaranya yang sanggup mengerjakan penemuan yang sangat kaya seperti ini. Pada tahun 1997, ia menerima kunjungan dari seorang sarjana Jerman non-Muslim. Orang ini lalu membujuk pemerintah Jerman untuk mengorganisir dan menjalankan sebuah proyek restorasi.
Segera setelah proyek itu dimulai, menjadi jelaslah bahwa “kuburan kertas” itu adalah sebuah tempat untuk menyimpan puluhan ribu fragmen-fragmen dari hampir seribu naskah-naskah kuno Quran, kitab suci Muslim. Otoritas Muslim pada masa-masa awal Islam menganjurkan agar kopian-kopian Quran yang telah rusak disingkirkan dari peredaran dan hanya mengijinkan edisi-edisi kitab suci yang masih baik untuk dipakai. Juga tempat yang aman seperti itu dibutuhkan untuk melindungi kitab-kitab itu dari kebakaran atau kehancuran jika para penyerang datang, dan di sinilah kemudian muncul ide untuk menyimpannya di sebuah ‘kuburan’ dalam Mesjid Agung di Sana’a, yang pada waktu itu merupakan tempat untuk mempelajari Quran. Hal ini sudah berlangsung sejak abad pertama Hijrah.
Restorasi naskah-naskah itu diorganisir dan diawasi oleh Gerd R. Puin dari Saarland University, di Jerman. Puin adalah seorang spesialis terkemuka dalam bidang kaligrafi Arabik (studi mengenai tulisan tangan indah dan artistik), dan merupakan seorang paleografi (studi mengenai dokumen-dokumen dan tulisan kuno) Qur’anik. Selama sepuluh tahun ia secara ekstensif menguji fragmen-fragmen perkamen yang berharga itu. Tahun 1985, rekannya H. C. Graf V. Bothmer bergabung dengannya.
Tes-tes Carbon-14 menunjukkan bahwa sejumlah perkamen itu berasal dari tahun 645-690 AD. Tahun pembuatan mereka yang sebenarnya bisa jadi lebih dini lagi, karena C-14 memperkirakan tahun kematian dari sebuah organisme (perkamen adalah kulit binatang), dan proses itu hingga penulisan akhir pada perkamen mencakup waktu yang tidak bisa diketahui. Tanggal penulisan kaligrafi menunjukkan tahun 710-715 AD. Beberapa perkamen kelihatannya berasal dari abad ke tujuh dan ke sembilan, dan karena itu bisa disebut sebagai Qur’an tertua yang ada saat ini.
Pada tahun 1984, Rumah Naskah (Dar al Makhtutat) didirikan di dekat Mesjid Agung, sebagai bagian dari proyek kerjasama antara otoritas Yaman dan Jerman. Sebuah usaha keras yang sangat besar dimulai untuk merestorasi fragmen-fragmen Qur’anik. Antara tahun 1983 dan 1996, kira-kira 15.000 dari 40.000 halaman telah selesai direstorasi, khususnya 12.000 fragmen-fragmen pada perkamen dan naskah-naskah yang berasal dari abad ke tujuh dan sembilan.
(Sumber Foto: Dreibholz, 1999. p. 22)

Perpustakaan Dar al-Makhtutat dimana disimpan Naskah-Naskah dan katalog yang baru ditemukan
Hingga saat ini, hanya ada tiga kopian kuno Qur’an yang ditemukan. Yang pertama disimpan di Perpustakaan Inggris di London, berasal dari akhir abad ke tujuh dan dianggap sebagai yang paling tua. Tetapi naskah-naskah Sana’a bahkan usianya lebih tua. Lebih dari itu, naskah-naskah ini ditulis dengan huruf yang aslinya berasal dari Hijaz – wilayah Arabia dimana Nabi Muhammad hidup, yang membuatnya tidak hanya sebagai naskah tertua yang berhasil selamat, tetapi kopian otentik Qur’an yang paling tua. Arabik Hijazi adalah tulisan (Mekkah atau Medinah), dan Qur’an mula-mula ditulis dengan huruf ini. Meskipun potongan-potongan ini berasal dari Qur’an paling awal yang pernah ada, mereka juga merupakan palimpsests (naskah-naskah dengan tulisan asli yang telah dipakai ulang).
Gaya tulisan tangan yang indah dan artistik dan jarang dipakai menjadi hal yang menarik perhatian Puin dan temannya Bothmer, tetapi hal yang lebih mengejutkan lagi menanti mereka. Ketika naskah Qur’an ini diperbandingkan dengan naskah Qur’an standard yang ada saat ini, kedua orang ini menjadi terheran-heran. Teks-teks kuno yang ditemukan ini sangat berbeda dengan naskah yang ada sekarang, dan hal ini benar-benar mengganggu. Di sini terdapat ayat-ayat yang disusun secara tidak konvensional, variasi-variasi tekstual yang sedikit namun signifikan, ortografi (pengejaan) yang berbeda dan perbedaan pada pembubuhan (dekorasi) artistik.
Hal ini benar-benar menghantam keyakinan orang-orang Muslim ortodoks bahwa Qur’an yang ada hari ini dapat dikatakan sebagai Firman Allah yang “sempurna, kekal sepanjang masa dan tidak berubah.” Dengan penemuan naskah ini berarti Qur’an telah didistorsi, dinodai, direvisi, dimodifikasi dan dikoreksi, dan perubahan tekstual secara murni telah terjadi selama bertahun-tahun oleh tangan-tangan manusia.
Aura kesakralan disekeliling Kitab Suci Islam ini, yang masih utuh selama lebih dari 14 abad lamanya, menjadi hilang dengan penemuan yang mencengangkan ini, dan keyakinan inti dari semilyar lebih orang-orang Muslim yang meyakini bahwa Qur’an itu kekal, firman Allah yang tidak bisa berubah sekarang tampak jelas hanya sebagai sebuah kebohongan besar. Bukan hanya itu; klaim Qur’anik bahwa tak ada orang yang bisa merubah firman-firman Allah juga merupakan sebuah kepalsuan. Qur’an seharusnya merupakan sebuah, jika kita meminjam kata-kata dari Guillaume (1978, p. 74), yang paling suci dari semua yang suci. Ia tidak boleh ada di bawah kitab yang lain, tetapi selalu berada di atasnya, orang tak boleh minum atau merokok ketika kitab ini dibacakan dengan keras, dan ia harus didengarkan di dalam keheningan. Ini adalah Kitab yang merupakan jimat melawan penyakit dan bencana.” Orang-orang Muslim menyebut Quran sebagai “Ibu dari semua Kitab” dan meyakini tak ada kitab atau wahyu lainnya yang bisa diperbandingkan dengan Qur’an (Caner & Caner, 2002. p.84). Tetapi sekarang, dengan penemuan ini, semua keyakinan itu menjadi lenyap. Hasil akhir dari seluruh perjuangan Islam selama empat belas abad sekarang menjadi nol besar.
Tidak hanya itu, banyak naskah memperlihatkan tanda-tanda dimana naskah-naskah itu menggunakan tulisan asli yang telah dipakai ulang. Misalnya, ayat-ayat yang sangat jelas ditulis di atas ayat-ayat lain yang sudah dihapus. Tentu saja ayat-ayat yang ada di bawah tulisan yang ada sekarang sulit untuk dibaca secara visual, tetapi peralatan-peralatan modern seperti fotografi ultraviolet dapat memperlihatkan dengan jelas tulisan-tulisan itu. Dipercaya bahwa naskah-naskah Sana’a bukan hanya satu-satunya varian, tetapi sebelum itu, teks Qur’anik telah dimodifikasikan dan ditulis ulang pada kertas yang sama. Hal ini berarti, klaim Allah (Sura 56: 77-78; 85:21-22) bahwa teks asli telah disimpan di surga pada lembaran-lembaran emas, yang tak bisa disentuh oleh siapa pun kecuali para malaikat, hanyalah sebuah cerita dongeng.
Setelah mempelajari dengan seksama naskah-naskah ini, Puin sampai pada kesimpulan bahwa teks ini sesungguhnya sebuah teks yang telah dikembangkan, dan bukannya firman Allah sebagaimana yang diwahyukan secara menyeluruh kepada Muhammad (Warraq, 2002, p. 109). Dengan perasaan tergetar ia berkata, ”Begitu banyak Muslim yang memiliki keyakinan ini, bahwa segala sesuatu diantara kedua penutup Qur’an adalah firman Allah yang tak bisa dirubah. Mereka senang mengutip karya tekstual yang memperlihatkan bahwa Alkitab memiliki sebuah sejarah dan bukan sesuatu yang diturunkan langsung dari langit, bahwa hingga saat ini Qur’an berada di luar perdebatan. Satu-satunya cara untuk meruntuhkan dinding ini adalah dengan membuktikan bahwa Qur’an pun memiliki catatan sejarah. Fragmen-fragmen Sana’a akan membantu kita melakukan hal ini.”
Puin bahkan menyimpulkan (mengutip Taher, 2000), ”Tak ada satu pun karya tunggal yang tetap tanpa perubahan selama berabad-abad. Termasuk kisah-kisah yang ditulis sebelum nabi Muhammad memulai pelayanannya dan yang kemudian setelah itu ditulis ulang.”
Selama melakukan riset mereka, sebagaimana yang dikatakan oleh Puin (Lester, 1999), ”Mereka (otoritas Yaman ingin agar hal ini tidak digembar-gemborkan, sebagaimana yang juga kami lakukan, meski dengan alasan yang berbeda. Mereka tak ingin menarik perhatian pada kenyataan bahwa ada orang-orang Jerman dan lainnya yang melakukan studi terhadap Qur’an. Mereka tidak mau mengumumkannya kepada publik, bahwa ada pekerjaan seperti ini yang sedang dilakukan, oleh karena posisi Islam adalah bahwa semua hal yang perlu dikatakan mengenai sejarah Qur’an telah dikatakan seribu tahun lalu.”
Pada kenyataannya, Puin dan rekannya Bothmer mengetahui untuk beberapa saat ketika mereka melakukan studi mereka, bahwa Qur’an sendiri adalah sebuah teks yang terus berkembang, namun dengan bijaksana mereka memahami implikasi yang mungkin dari penemuan-penemuan mereka dan karena itu mereka tetap berdiam diri. Jika otoritas Yaman mengetahui penemuan ini, sangat besar kemungkinan mereka akan menolak kedua orang ini untuk memperoleh akses lebih jauh. Inilah yang dimaksudkan oleh Puin sebagai “alasan-alasan lain.” Karena itu keduanya tetap diam, dan kedua sarjana ini dapat tetap meneruskan riset mereka.
Penemuan Puin juga mengkonfirmasi asumsi Wansbrough mengenai teks Qur’anik. Pada tahun 1970an, Wansbrough menyimpulkan bahwa Qur’an berkembang secara bertahap pada abad ketujuh dan kedelapan, setelah periode panjang dari transmisi oral, dan sekte-sekte yang berbeda biasanya berdebat dengan keras satu sama lain mengenai wahyu-wahyu mana yang asli. Alasan bahwa tidak ada sumber materi dari permulaan Islam yang pernah selamat adalah karena ia memang tidak pernah ada. Pada kenyataannya, Puin mengakui bahwa ia ‘membaca ulang karya Wansbroughketika ia menganalisa fragmen-fragmen Yaman itu (Warraq, 2002. p. 122).
Teori Puin lainnya yang radikal adalah bahwa sumber-sumber pra-Islamik telah memasuki Qur’an. Argumentasinya adalah bahwa ada dua suku yang disebut, As-Sahab-ar-Rass (Para sahabat dari Sumur) dan As-Sahab-al-Aiqa (Para Sahabat dari Semak-semak Berduri) yang bukan merupakan bagian dari tradisi Arab, dan orang-orang pada masa Muhammad tentu saja tidak mengenal mereka. Ia juga tidak setuju pandangan yang mengatakan bahwa Qur’an ditulis dalam bahasa Arab yang paling murni. Kata “Qur’an” itu sendiri aslinya berasal dari luar Arab. Kontras dengan keyakinan populer Muslim, ia mengatakan bahwa arti dari “Qur’an” bukanlah pembacaan atau pengajian. Sebenarnya kata “Qur’an” menurutnya berasal dari bahasa Aramaik, “Qariyun”, artinya sebuah leksionari bagian-bagian kitab suci yang ditetapkan untuk dibaca dalam ibadah ilahi. Qur’an kebanyakan berisi cerita-cerita Alkitab tetapi dalam bentuk yang lebih pendek dan merupakan “sebuah ringkasan dari Alkitab untuk dibaca dalam ibadah.”
Bothmer secara seksama telah mengambil lebih dari tiga puluh lima ribu gambar-gambar mikro film dari fragmen-fragmen itu pada tahun 1997 dan membawa gambar-gambar itu ke Jerman (Warraq, 2002, p.109). Artinya bahwa saat ini Bothmer, Puin dan para sarjana lainnya pada akhirnya akan memiliki sebuah kesempatan untuk meneliti kembali dengan lebih cermat teks-teks itu dan mempublikasikan penemuan-penemuan mereka dengan bebas.
Puin tertarik untuk menulis sebuah buku mengenai hal ini pada masa depan, tetapi ia telah menulis beberapa tulisan-tulisan pendek mengenai penemuan mereka di berbagai macam majalah ilmiah, dimana ia memperlihatkan beberapa penyimpangan antara Qur’an kuno dan Qur’an standar sebagaimana yang ada saat ini (Mengutip Warraq, 2002, p.739-44)
Ketika membuktikan bahwa Qur’an sama sekali bukan kitab yang bisa dianggap suci, Puin menulis, ”Pendapat saya adalah bahwa Qur’an sejenis teks-teks gado-gado dimana tidak semuanya dimengerti pada masa Muhammad. Banyak dari teks-teks ini bahkan usianya seratus tahun lebih tua daripada Islam itu sendiri. Klaim-klaim Qur’an untuk dirinya sendiri adalah bahwa ia merupakan sesuatu yang jelas (mubeen). Tetapi (kontras dengan keyakinan populer) jika anda mengamatinya, anda akan menemukan bahwa seperlima dari kalimatnya sama sekali tidak mempunyai makna…faktanya adalah seperlima dari teks Qur’anik sama sekali tidak bersifat komprehensif. Jika Qur’an itu tidak komprehensif, bahkan jika ia sendiri tidak bisa dimengerti dalam bahasa Arab, maka ia juga tak bisa diterjemahkan ke dalam bahasa apa pun. Itulah sebabnya mengapa Muslim merasa takut. Meskipun berulang-ulang Qur’an mengklaim bahwa ia adalah sesuatu yang jelas, tetapi nyatanya di situ terdapat banyak sekali kontradiksi yang sangat serius. Sesuatu pasti telah terjadi.
Penemuan yang luar biasa dari Puin sangat menarik perhatian Andrew Rippin, seorang Profesor bidang studi agama dan seorang ahli terkemuka dalam bidang studi Qur’an. Rippin (dikutip dari Warraq, 2002, p.110) menyimpulkan, ”Pengaruh dari naskah-naskah Yaman masih bisa dirasakan. Pembacaan-pembacaan mereka yang bervariasi dan susunan ayat-ayat semuanya sangat signifikan. Semua orang setuju dengan hal ini. Naskah-naskah ini memperlihatkan bahwa sejarah awal teks Qur’anik lebih dari sekedar sebuah pertanyaan terbuka sebagaimana yang diduga banyak orang. Teks itu kurang stabil dan karena itu otoritasnya sedikit, daripada yang selalu diklaim.”
Observasi Rippin benar-benar luar biasa. Selama periode Kalifah mula-mula, Islam bertumbuh sebagai gerakan politik dan bukan sebagai sebuah gerakan keagamaan. Sebuah buku seperti Qur’an dibutuhkan untuk menjaga agar orang-orang Muslim tetap bersatu. Qur’an seperti sebuah ‘simbol status’ dari Islam, yang jika bukan karena buku ini maka Islam akan mati bahkan pada masa Muhammad. Qur’an itu murni buatan manusia.
Beberapa hal yang bersifat ilahi dilekatkan pada Qur’an supaya ia bisa memberikan perintah yang bisa dihormati, sebab ia tidak memiliki kuasa dari dirinya sendiri. Inilah caranya, bagaimana ketika mengakui klaim-klaim dari Qur’an sebagai ungkapan langsung dari Yang Ilahi, para manipulator mula-mula telah menyingkirkan semua kritik, yang kemungkinan akan mengeksposnya. Dalam Sura 5:101 dan 5:102 Qur’an sendiri melarang kritik. Kita tidak tahu saat kebutaan religius secara perlahan muncul, tetapi tanpa ragu, Muslim mula-mula setelah Muhammad sebenarnya lebih liberal dibandingkan dengan generasi yang kita lihat saat ini. Otentisitas dari banyak ayat telah dipertanyakan sendiri oleh orang-orang Muslim mula-mula. Banyak Kharijit, yang merupakan pengikut-pengikut Ali dalam sejarah Islam mula-mula, menemukan Sura yang menceritakan cerita yang tidak sopan mengenai Yusuf, sebuah kisah erotis yang tidak mungkin merupakan bagian dari Qur’an (dikutip dari Warraq, 1998, p.17)
Warraq (1998, p. 14) memiliki pandangan yang sama dengan Rippin, ”Para sarjana Muslim pada tahun-tahun awal Islam jauh lebih fleksibel dengan posisi mereka, menyadari bahwa bagian-bagian Qur’an telah hilang, diselewengkan dan bahwa ada ribuan perbedaan yang menyebabkan tidak mungkin bisa berbicara mengenai Qur’an.”
Ada bukti lainnya bahwa pesan-pesan Qur’anik telah diubah pada masa-masa awal Islam dan tidak ada lagi yang eksis yang disebut “Qur’an”. Tulisan dari beberapa ayat Qur’anik menghiasi Mesjid Dome of Rock di Yerusalem, yang barangkali merupakan monumen Islamik pertama dam merupakan sebuah pencapaian artistik mayor, dibangun tahun 691 AD (Whelan, 1998, pp 1-14). Tulisan-tulisan ini secara signifikan berbeda dari teks standar yang ada saat ini (Warraq, 2000, p. 34)
Mingana (mengutip Warraq, 1998. p.80) mengeluhkan, ”Pertanyaan paling penting dalam mempelajari Qur’an adalah otoritasnya yang tidak boleh ditantang.” Inilah satu-satunya alasan; investigasi kritikal mengenai teks Qur’an adalah sebuah studi yang masih belum dewasa. Sebagaimana dikatakan oleh Rippin (1991, p. ix) yang mengeluhkan, ”Seringkali saya menemukan individu-individu yang mempelajari Islam dengan latar belakang studi sejarah Alkitab Ibrani atau Kekristenan mula-mula, dan yang mengekspresikan keterkejutan pada kurangnya pemikiran kritis yang muncul dalam teksbook-teksbook pendahuluan Islam. Gagasan bahwa “Islam dilahirkan dalam terang sejarah yang jelas” kelihatannya masih merupakan anggapan dari banyak penulis besar mengenai teks-teks seperti itu.” Cook dan Crone (1977, p. 18) menyimpulkan,”[Qur’an] sangat kurang dalam keseluruhan struktur, seringkali tidak jelas dan tidak merupakan sebuah rangkaian; sementara isinya asal-asalan dan materi-materi yang dibahas berbeda, serta melakukan pengulangan-pengulangan di seluruh pasal dengan versi yang berbeda-beda. Dengan dasar ini, bisa diperdebatkan bahwa kitab ini adalah produk dari sebuah keterlambatan dan pengeditan materi yang tidak sempurna dari sebuah tradisi-tradisi yang bersifat plural.” Crone (mengutip Warraq, 1998, p. 33) juga menuliskan, ”Qur’an telah menurunkan banyak sekali informasi palsu.”
Tetapi dalam kaitan dengan Alkitab, kita menemukan perbedaan, sebagaimana yang diobservasi oleh Rodinson (1980, p. viii),”[Untuk Alkitab] sikap ilmiah dimulai dengan keputusan untuk menerima sesuatu sebagai fakta hanya jika sumber itu telah dibuktikan sebagai sesuatu yang dapat dipercaya.” Orang-orang Muslim secara salah mengintepretasikan kejujuran orang-orang Kristen yang memperlihatkan sejumlah pembacaan Alkitab yang bervariasi sebagai kelemahan (Ali & Spencer; 2003. p. 76-9).
Orang-orang Kristen, seperti halnya orang-orang Hindu, ingin melihat Kitab Suci mereka melalui sudut pandang ilmiah dan sejarah. Ketika naskah-naskah tua Alkitab, perkamen-perkamen atau naskah-naskah Hindu ditemukan, para sarjana Kristen dan Hindu hampir-hampir saling memanjat bahu masing-masing agar bisa terlebih dahulu mendapatkan akses kepada teks-teks itu. Penemuan-penemuan seperti ini membuat mereka merasa sangat tertarik. Tetapi sayangnya, tidak ada hasrat seperti itu dalam Islam. Kristen dan Hindu sangat berkeinginan untuk melihat lebih banyak lagi hal-hal yang bisa disingkapkan mengenai kitab suci mereka, sementara Muslim menolaknya, bahkan seringkali dengan determinasi yang kuat. Kontras ini benar-benar sebuah pukulan. Sementara baik iman Hindu dan Kristen secara kuat didukung oleh bukti-bukti arkeologis dan historis, sejauh ini tidak ada satu pun eksplorasi arkeologis yang diijinkan untuk dilakukan di Mekkah dan Medinah, dan tidak ada kemungkinan untuk melakukannya di masa yang akan datang (Peters, 1986. p. 72-4).
Kritikan Muslim terhadap Qur’an sangat jarang dan hampir-hampir tidak pernah ada sebagaimana yang dikeluhkan oleh Sina (2008, p. 6), ”Orang-orang Muslim pada dasarnya tidak punya kapabilitas untuk mempertanyakan Islam.”Baru-baru ini saja website-website para mantan Muslim yang melakukan sejumlah karya yang luar biasa mengenai hal ini. Tentu saja, orang-orang yang telah mengalami pencerahan seperti mereka akan berhasil membebaskan saudara-saudari Muslim mereka dari penjara Islamik. Jika tidak, apa pun kritikan yang dilakukan terhadap Qur’an, semuanya akan dilakukan oleh para sarjana Kristen. Tetapi orang-orang Muslim seharusnya tidak menganggap kritik dari orang Kristen sebagai sebuah tanda oposisi religius. Para sarjana Kristen telah melakukan lebih banyak lagi kritikan terhadap agama mereka sendiri daripada terhadap Islam (Sproul & Saleeb, 2003. p. 17; Spencer, 2007, p. 1).
Tetapi sekali penemuan-penemuan Sana’a dipublikasikan secara detil, Islam tidak akan pernah sama lagi sebagaimana ia ada selama empat belas abad ini. Islam pasti akan mengambil sebuah posisi yang asing. Banyak Muslim akan menunjukkan keraguan terhadap kesakralan Qur’anik dan konsep yang sangat “romantis” dari Qur’an secara perlahan akan lenyap dan sebuah perkembangan yang sangat menarik akan bisa diobservasi. Pertanyaan pertama yang akan muncul di pikiran mereka adalah – versi yang mana yang paling superior. Tetapi kemudian, tidak mungkin memilih sebuah versi Qur’an dan menolak versi yang lain berdasarkan pilihan. Sebab keyakinan Muslim juga menegaskan bahwa siapa saja yang menolak bahkan satu ayat pun dari Qur’an, sebenarnya mereka telah menolak seluruh pewahyuan. Ini adalah sebuah kemustahilan logis dan karena riset ilmiah telah meneriakkan kebenaran; banyak Muslim akan mencari jalan keluar dari hal yang tidak masuk akal ini dan akan mencoba membebaskan diri mereka dari penindasan tirani yang hidup di sebuah agama yang palsu.
Ketika mendiskusikan apatisme Muslim terhadap sains, hukum logika dan hukum alam, Jaki (mengutip Spencer, 2002, p. 127) menulis, ”Apa yang terjadi dalam dunia Muslim hari ini adalah sebuah konfrontasi, bukan antara Tuhan dan Iblis…tetapi antara satu Tuhan yang sangat spesifik dan ilmu pengetahuan yang merupakan sebuah antagonis yang sangat spesifik dari Tuhan itu, yaitu Allah dari Qur’an, yang merupakan oknum yang sepenuhnya mendominasi intelektual.”Penemuan Sana’a hanya akan menambahkan bahan bakar untuk api itu. Hari ini dunia Muslim dikelilingi dengan frustasi. Islam seharusnya menjadi wahyu terakhir dan orang-orang Muslim seharusnya menjadi “Manusia terbaik”, tetapi kenyataannya benar-benar bertentangan. Bangsa-bangsa Muslim adalah bangsa-bangsa yang paling miskin di dunia (Ohmyrus, 2006, p. 128). Saatnya akan tiba ketika otoritas keagamaan akan ditanya oleh orang-orang Muslim kebanyakan, dan mereka akan dituntut untuk menyangkali kritikan-kritikan secara logis, ilmiah dan masuk akal, bukan dengan kekuatan brutal atau melalui Fatwa. Sebagaimana yang ditulis oleh Parvez Manzoor, ”Cepat atau lambat [kami orang-orang Muslim] harus mendekati Qur’an dari asumsi-asumsi metodologikal dan parameter-parameter yang secara radikal merupakan hal yang asing dengan hal-hal yang telah disucikan oleh tradisi kami” (Warraq, 2002, p. 123).
Tetapi naskah-naskah Sana’a juga akan memprovokasi pertanyaan lainnya. Jika Qur’an adalah sebuah kebohongan, bagaimana kebohongan ini bisa bertahan selama berabad-abad? Alasannya adalah bahwa Keilahian yang ditempelkan pada Qur’an bukan hanya sebuah “Kebohongan Yang Kecil”, tetapi “Sebuah Kebohongan Yang Besar.” Kebohongan-kebohongan yang besar adalah sesuatu yang sangat ampuh, dan ia selalu memiliki sebuah efek psikologis terhadap para pendengar. Semakin besar kebohongan, semakin ia bisa dipercayai. Adolf Hitler menulis dalam Mein Kamph (1925), ”Massa yang besar dari sebuah bangsa akan menjadi korban oleh sebuah kebohongan besar daripada oleh sebuah kebohongan kecil.” Kebohongan besar sangat meyakinkan karena ia akan menutupi pikiran sehat pendengar, sebagaimana yang dijelaskan oleh Sina (2008, p. 179), orang-orang biasa tidak akan berani untuk menceritakan sebuah kebohongan besar sebab ia berpikir bahwa hal itu tidak akan dipercayai dan ia akan menjadi bahan olok-olok. Karena tidak ada seorang pun yang pernah menceritakan sebuah kebohongan dalam hidupnya, kebohongan-kebohongan kecil seringkali cepat atau lambat akan bisa dideteksi. Tetapi kebohongan-kebohongan besar benar-benar aneh karena ia seringkali membuat para pendengar menjadi kehilangan akal. Ketika kebohongan itu sangat besar (seumpama raksasa), orang-orang kebanyakan akan bertanya-tanya bagaimana seseorang memiliki keberanian, yaitu dengan lancang mengatakan hal seperti itu.
Kebohongan besar selalu mengejakan keajaiban dalam politik. George Orwill (mengutip Sina, 2008, p. 179) berkata, ”Bahasa politik….didisain untuk membuat kebohongan terdengar sebagai sesuatu yang jujur dan pembunuhan dapat dihargai dan membuat angin terlihat sebagai sesuatu yang padat.” Hari ini, ketika sifat keilahian Qur’an disebarkan oleh naskah-naskah Sana’a, maka natur spiritual Islam juga diekspos. Islam tak lebih dari sebuah gerakan politik Arab. Sifat keilahian ditempelkan pada Qur’an, ketika orang-orang Arab mulai menduduki bangsa-bangsa di sekeliling mereka dan Islam dipaksakan oleh mereka dengan kekerasan. Orang-orang Arab tidak hanya memaksakan Islam pada bangsa-bangsa lain tetapi juga memaksakan keyakinan irasional dari keilahian Qur’anik ini kepada pemikiran-pemikiran para korban mereka, sehingga ketika orang-orang Arab telah pergi, orang-orang yang telah ditaklukkan tidak bisa keluar dari mental perbudakan ini dan kembali kepada iman mereka yang asli. Ini adalah sebuah keahlian politik yang langka. Banyak sahabat-sahabat Muhammad dengan jelas mengetahui bahwa Qur’an adalah sebuah kepalsuan, tetapi mereka tetap tinggal bersama dengan nabi mereka untuk bisa memperoleh barang rampasan dan menikmati para wanita. Kita semua tahu, setelah kematian Muhammad, beberapa suku Arab kembali kepada keyakinan mereka sebelumnya dan penyembahan berhala pun kembali mekar.
Menyebabkan banyak Muslim menjadi syok; studi modern dalam bidang Psikologi telah memperlihatkan kebenaran bahwa Muhammad adalah seorang yang suka memaksa, seorang pria gila yang menderita Kelainan Personalitas Narsisistik (Narcissistic Personality Disorder). Narsisistik adalah orang-orang yang diserap oleh dirinya sendiri dan secara patologis merupakan para pembohong. Artinya, apakah mereka tidak menyadari kebohongan mereka atau merasa sepenuhnya benar dan merasa mudah berbohong pada orang lain. Kondisi mental mereka sedemikian rupa sehingga jarang ada orang yang bahkan memiliki kapasitas untuk mempercayai kebohongan mereka sendiri (Vaknin, 1999, p. 24).
Dan ya, Adolf Hitler, yang mengetahui kekuatan dari sebuah kebohongan besar dan telah menyesatkan jutaan orang Jerman, juga dikenal sebagai seorang Narsisis. Hari ini Hitler adalah figur sejarah yang paling dibenci di Jerman. Seperti sebuah ilmu matematika, pastilah Muhammad juga akan memperoleh nasib yang sama. Tetapi kita benar-benar tidak tahu, berapa juta orang akan mati sebelum kita bisa menaruh Muhammad di keranjang sampah dengan Allahnya, Quran dan Islam bersama-sama. Bagi Hitler, ini adalah Sosialisme Nasionalis (nama lain untuk Naziisme), dan bagi Muhammad ini adalah Islam. Tetapi pada dasarnya, keduanya adalah dua sisi koin yang sama-seorang manipulator yang sukses.
Sina (2008, p. iv, 260) memberikan komentar, ”Islam seumpama sebuah rumah kartu, dipelihara oleh kebohongan-kebohongan. Yang diperlukan adalah menghancurkannya dengan memberikan tantangan kepada salah satu dari kebohongan-kebohongan yang membuatnya tetap berdiri seperti sekarang. Islam adalah sebuah bangunan yang tinggi, didirikan di atas pasir; satu kali saja anda mengekspos pondasinya, maka pasir itu akan tergerus dan gedung besar ini akan jatuh karena berat yang ditanggungnya” dan lagi ”Islam berdiri di atas tanah yang rapuh. Ia hanya berisi kebohongan. Kita hanya perlu mengekspos kebohongan-kebohongan dan bangunan raksasa dari teror dan penipuan ini untuk meruntuhkannya.”
Mari kita lihat, sekali aura kesakralan Qur’an lenyap, kebohongan-kebohongan lain apa yang akan diekspos?
Pertama; jika ada dua atau lebih dari dua versi Qur’an, maka akan ada jumlah Allah yang sama. Jadi, jika hanya ada dua Qur’an yang otentik, apakah Islam masih bisa dianggap sebagai agama monoteisme? Bagaimana memastikannya, Allah mana yang memberikan sebuah versi Qur’an? Jika hanya ada satu Allah, maka Qur’an mana yang otentik?
Kedua; jika kita masih percaya bahwa sebuah Qur’an adalah otentik, maka bagaimana Allah mengijinkan Qur’an lainnya tetap ada?
Ketiga, apakah masih bisa dianggap benar bahwa Qur’an (Sura 10:64) yang berkata bahwa firman-firman Allah tidak akan berubah-ini benar-benar pencapaian yang sangat hebat? Jika ya, sekarang apa lagi yang akan dilakukan oleh lebih dari sebuah Qur’an? Jika tidak, bagaimana wahyu palsu seperti ini dicatat dalam Qur’an? Apakah Setan yang menaruhnya?
Terakhir, Bukhari (4.52.233) mencatat ”Orang-orang tidak beriman tidak akan pernah memahami tanda-tanda dan wahyu-wahyu kami.” Tetapi kita bisa saksikan, untuk memahami Qur’an Sana’a, otoritas Yaman mengundang para sarjana Jerman karena tak ada seorang pun di Yaman yang sanggup mengungkapkan penemuan besar seperti ini.
Tidak heran jika Sina (2008) menyimpulkan, ”Tak peduli bagaimana anda memandang Islam, ia tetap akan terlihat sebagai sebuah agama kebodohan.”
Orang-orang Muslim telah menjual jiwa mereka kepada Muhammad, tetapi bisakah mereka secara logis membersihkan keraguan-keraguan di atas? Episode Sana’a telah menempatkan mereka pada sebuah posisi yang canggung, bahwa bahkan alasan yang berputar-putar atau absurditas logika tak akan bisa menolong mereka. Bukankah inilah saatnya bagi orang-orang Muslim yang bijaksana untuk memikirkan ulang iman mereka? Daripada berusaha keras untuk memberikan alasan terhadap keraguan-keraguan di atas, bukankah lebih bijaksana untuk setuju bahwa satu milyar lebih orang-orang Muslim telah dibodohi oleh seorang pemaksa vulgar yang bernama Nabi Muhammad? Bukankah ini saatnya bagi orang-orang Muslim untuk mencari kebenaran? Sebagaimana penulis puisi Thomas Gray (dikutip dari Sagan, 1997, p. 12) menulis,”….kapankah ketidaktahuan merupakan sebuah kebahagiaan, yaitu ketika kebodohan dianggap sebagai hikmat.”
Untuk melindungi Qur’an dari penghinaan lebih jauh, otoritas Yaman telah menghalangi Puin dan Bothmer mengkaji lebih jauh naskah-naskah itu. Kenyataannya, saat ini mereka tidak mengijinkan siapa pun melihat naskah-naskah itu kecuali fragmen-fragmen non-Qur’anik yang dengan sangat hati-hati telah diseleksi terlebih dahulu, yang bisa dilihat di lantai dasar Perpustakaan Dar al-Makhtutat. Tetapi hal ini sia-sia. Burung sudah keluar dari sangkarnya dan tak ada gunanya menutup pintu sekarang. Lebih dari 35.000 mikrofilm saat ini sudah ada di luar Yaman sebelum otoritas Yaman mengetahuinya dan beberapa duplikat juga sudah dibuat. Pihak otoritas Yaman yakin bahwa saat ini, di beberapa lokasi yang tidak diketahui di Jerman, sekelompok ahli tanpa henti meneliti mikrofilm-mikrofilm itu, dan Puin membakar cukup minyak untuk penerangan malam dalam usaha menyelesaikan bukunya, yang, sekali dipublikasikan, akan memalu paku lainnya pada peti jenazah Islam. Islam hari ini benar-benar dalam bahaya.
Tentu saja, dengan menyadari runtuhnya keilahian di depan mata mereka, banyak orang-orang Muslim merasa terganggu dan merasa diserang. Para fundamentalis tidak akan menerima karya Puin dan Bothmer yang sebenarnya mereka kerjakan dengan obyektifitas akademik, tetapi mereka akan melihatnya sebagai sebuah serangan yang disengaja terhadap integritas teks Qur’anik (Taher, 2000). Secara natural, kedua sarjana Jerman ini akan berada di garis depan menghadapi kemarahan mereka. Puin takut dengan kekerasan yang akan dilakukan oleh orang-orang Muslim ortodoks karena teorinya yang mereka anggap sebagai “hujatan”, yang ia katakan bahwa hal itu tidak bisa ia anggap sebagai hal yang enteng. Dengan mengingat apa yang terjadi pada Salman Rushdie, ia menulis, ”Kesimpulan-kesimpulan saya telah menyebabkan reaksi kemarahan dari orang-orang Muslim ortodoks. Mereka katakan bahwa saya bukan sarjana yang bisa membuat sebuah pernyataan mengenai naskah-naskah ini.” Jika pandangan Puin diambil dan diserukan melalui media, dan jika tidak banyak Muslim yang menanggapinya secara rasional, maka semua neraka akan terlepas. Akan ada sejumlah respon permusuhan dan kerusuhan dan akan menyebabkan banyak kematian dan kehancuran, mungkin akan ada fatwa lainnya dari Khomeini dan tentu saja sejumlah ancaman dari Bin Laden kita yang sangat suka dengan kamera, serta dari saudara-saudara ideologisnya. Tetapi bisakah mereka menghentikan tersebarnya kebenaran?
UNESCO telah menunjukkan ketertarikan yang murni terhadap naskah-naskah Sana’a sejak program the Memory of the World dimulai. Pada tahun 1995, Organisasi ini juga memproduksi sebuah CD-ROM dalam bahasa Arabik, Inggris dan Perancis yang mengilustrasikan sejarah dari pengoleksian materi Qur’anik dan non-Qur’anik. CD-ROM berisi 651 gambar dari 302 fragmen-fragmen Qur’anik, indeks dengan tulisan, bingkai, dan sebagainya, juga sebuah introduksi umum untuk koleksi-koleksi naskah-naskah Yaman dan sebuah deskripsi singkat mengenai perkembangan kaligrafi Arabik (Abid, 1997).
Ursula Dreibholz, seorang ahli pemeliharaan (pengawetan) yang bekerja untuk proyek Sana’a selama delapan tahun sebagai kepala konservator merasa sangat frustasi melihat kekurang perdulian otoritas Yaman untuk melindungi naskah-naskah itu dengan menggunakan teknologi modern (1983, pp. 30-8). Apakah perlengkapan keamanan sudah benar, dan apakah perhatian yang diberikan terhadap naskah-naskah itu sudah memadai untuk mencegah kerusakan lebih jauh (1996, pp 131-45). Kenyataannya, Dreibholz (1999, pp 21-5) mengatakan, bahwa ia sangat peduli untuk menciptakan sebuah sistem penyimpanan permanen yang aman dan dapat dipercaya untuk menyimpan naskah-naskah ini. Juga, penyimpanan yang buruk akan sulit melindungi naskah-naskah itu dari serangga dan air. Yang paling penting lagi, masalah utama adalah kurangnya pencegahan dari kebakaran atau sistem deteksi, dengan mengingat bahwa dalam sejarah banyak perpustakaan-perpustakaan penting yang hancur oleh karena kebakaran. Otoritas Yaman mengatakan bahwa mereka tidak memiliki uang untuk memasang sistem perlindungan dari kebakaran. Ia benar-benar tidak mengerti alasan sebenarnya dibelakang sikap apatis otoritas Yaman.
Di sini, para fundamentalis Muslim bisa melihat sebuah tali perak di awan-awan. Tak seorang pun tahu kapan sebuah kebakaran yang menghancurkan akan terjadi secara ‘insidentil’ dan menghancurkan semua naskah-naskah Qur’anik itu, yang akan menyebabkan naskah-naskah itu terbakar. Di balik semuanya, untuk menyelamatkan Islam, Qur’an harus diselamatkan, dan untuk itu orang-orang Muslim akan melangkah lebih jauh lagi. Jika perlu, mereka sendiri akan membakar Qur’an untuk menyelamatkannya dari analisa-analisa logis. Kesetiaan mereka kepada kebodohan sedemikian tinggi. Barangkali, otoritas Yaman tidak mau memasang sistem pencegah kebakaran adalah sebuah persiapan awal untuk sebuah tindakan seperti itu di masa depan. Jangan pernah menganggap remeh kapasitas destruktif dari orang-orang fanatik tak berotak.
Referensi
Jurnal:
- Abid, Abdelaziz (1997); “Memory of the World”: Preserving Our Documentary Heritage. Museum International, Vol. 49, No. 1, January 1997 issue. Blackwell Publishers, Oxford.
- Dreibholz, Ursula (1983); A treasure of early Islamic manuscripts on parchment. Significance of the find and its conservation treatment. AIC Preprints of papers presented at the 11th annual meeting in Baltimore, Maryland, 25-29 May 1983. Washington, DC.
- Dreibholz, Ursula (1996); The Treatment of Early Islamic Manuscript Fragments on Parchment in The Conservation and Preservation of Islamic Manuscripts, Al-Furqan Islamic Heritage Foundation, London
- Dreibholz, Ursula (1999); Preserving a treasure: the Sana’a manuscripts. Museum International. Islamic collections. Vol. LI, No. 3, July 1999 issue. Blackwell Publishers. Oxford.
- Whelan, Estelle (1998); Forgotten Witness: Evidence for the Early Codification of the Qur’an. Published in The Journal of America Oriental Society. January to March Issue, 1998. University of Michigan. USA.
Bibliografi:
- Ali, Daniel & Spencer, Robert (2003); Inside Islam: A guide for Catholics. Ascension Press. Pennsylvania.
- Caner E. M; Caner E.F (2002); Unveiling Islam. Kregel Publications. Grand Rapids. U.S.A
- Cook, Michael; Crone, Patricia (1977); Hagarism: The making of the Islamic world. Cambridge.
- (Dr) Vaknin, Sam (1999); Malignant Self Love: Narcissism Revisited. Narcissus Publications, Skopje. Czech Republic.
- (Ed.) Warraq, Ibn (1998); The origins of the Koran: Classic Essays on Islam’s holy book. Prometheus Books. NY.
- (Ed.) Warraq, Ibn (2000); The Quest for Historical Muhammad. Prometheus books. NY.
- (Ed.) Warraq, Ibn (2002); What the Koran really says – Language, Text and Commentary. Prometheus books. NY.
- Guillaume, Alfred (1978); Islam. Harmondsworth.
- Mein Kampf; a 1939 English translation by Houghton Mifflin and edited of verbosity. Reynal & Hitchcock
- Ohmyrus (2006); The Left and Islam: Tweedledum and Tweedledee in Beyond Jihad: Critical voices from the inside by Shienbaum, Kim and Hasan, Jamal. Academia Press, LLC, Bethesda.
- Peters, F.E (1986); Jerusalem and Mecca: The topology of the Holy City in the near east. NY
- Rippin, Andrew (1991): Muslims: their religious beliefs and practices.London.
- Rodhinson, Maxime (1980); Muhammad (Original in French, translated to English by Anne Carter). The New Press. NY
- Rodhinson, Maxime (1981); A Critical Survey of Modern Studies on Muhammad in Studies on Islam ed. M. Swartz. Oxford University Press, USA
- Sagan, Karl (1997); The Demon-Haunted World. Science as a Candle in the Dark. Ballantine Books. The Random House Publishing group. NY.
- Sina, Ali (2008); Understanding Muhammad, A Psychobiography. Felibri.com
- Spencer, Robert (2002); Islam Unveiled: Disturbing questions about the world’s fastest growing faith. Encounter Books. San Francisco.
- Spencer, Robert (2007); Religion of Peace? Why Christianity is and Islam isn’t. Regnery Publishing, Inc. Washington DC.
- Sproul R. C & Saleeb, Abdul (2003); The dark side of Islam. Crossway Books (a division of Good News Publishers). Wheaton. Illinois.
Sumber Internet:
- Taher, Abul (2000): Querying the Koran. The Guardian. Guardian News and Media Limited. Published on 8thAugust, 2000. URL:http://www.guardian.co.uk/Archive/Article/0,4273,4048586,00.html (Last accessed 3rdJune / 2009)
- Sina, Ali (2008): Probing Islam. An internet based debate between J. A Ghamidi, K. Zaheer and Ali Sina, FFI. URL:http://www.news.faithfreedom.org/downloads/probing-islam.pdf (Last accessed 7th February / 2008).
- Lester, Toby (1999); What Is the Koran? Atlantic Monthly January 1999 issue. URL: http://www.theatlantic.com/doc/199901/koran (Last accessed 3rd June / 2009).
- Wikipedia (2009); Gerd R. Puin, URL: http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Special:Cite&page=Gerd_R._Puin&id=287605376

Terimakasih atas artikel yang diberikan..kiranya saudara saudara kita akan kebih terbuka mata hatinya dan mengetahui kebenaran yang sesungguhnya dan siapa yang sebenarnya dapat menunjukkan jalan kebenaran . GBU
By: rommy on January 20, 2010
at 12:55 pm
http://faithfreedom.myforumportal.com/board/index.html
By: Moon on April 12, 2010
at 4:24 am
sekitar tahun 2008 saya menemukan situs yang cukup mengejutkan, yaitu FFI saya baca dan isinya menurut saya sangat provokatif. saya ini muslim walaupun saya kurang mendalami keislaman saya secara khusus saya yakin isi situs itu hanya ungkapan kegelisahan dari non muslim (kristen) terhadap islam, dan saya berharap para cendikiawan muslim dapat menjawab secara tuntas tuduhan 2x tersebut. tahun 2010 saya coba lagi situs tersebut dan ternyata sudah banyak situs serupa, yang menggembirakan buat saya ternyata sudah isu-isu yang dilontarkan oleh FFI sudah di jawab tutas oleh teman2x muslim diantaranya Romadi, ID amor dsb, bahkan dialog-dialognya pun di tampilkan (baca AFFI) disana terlihat ternyata orang-orang FFI (Duladi dkk) kelihatan sekali kewalahan terhadap jawaban tersebut dan juga terhadap sanggahan balik mengenai agamanya (kristen).
terakhir dari saya sebaiknya kita menjaga perdamaian dan persatuan demi indonesia tercinta.
kalaupun mau ada debat tntang agama sebaiknya debatlah pada forum ilmiah.
By: muslim cinta damai on February 22, 2010
at 9:41 am
ini bkan masalah kebenaran, karna kebenaran tidak pernah menimbulkan masalah, ini bukan masalah Tuhan, karna Tuhan Tidak pernah mengajarkan untuk membikin masalah, ini bukan soal pemaksaan, karna pemaksaan bukan sifat dari kebenaran, kebenaran yang sejati tidak mengenal pemaksaan karna tidak ada pemaksaan dalam kebenaran.
Sadarilah kawanku,kebenaran yang sejati bukanlah sebuah pemaksaan
By: Djoko on August 31, 2010
at 2:41 am
Matius :
7:15. “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. (baca: Barnabas 72:11).
7:16 Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?
7:17 Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.
7:18 Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.
7:19 Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.
7:20 Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.
Jika ada Nabi yang lebih layak dari Muhammad SAW. setelah Nabi Isa siapa? George Bush kah?
Akankah seorang nabi palsu berbuah “perbaikan peradaban dan pembebasan perbudakan?”
Akankah seorang nabi palsu sanggup menunjukan “Al-Quran?” yang didalamnya terdapat firman-firman sebagaimana pada Taurat dan Injil, sedangkan kita semua tahu Muhammad SAW buta huruf?
Yohanes :
12:31 Sekarang berlangsung penghakiman atas dunia ini: sekarang juga penguasa dunia ini akan dilemparkan ke luar;
12:32 dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku.”
12:33 Ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana caranya Ia akan mati.
12:34 Lalu jawab orang banyak itu: “Kami telah mendengar dari hukum Taurat, bahwa Mesias tetap hidup selama-lamanya; bagaimana mungkin Engkau mengatakan, bahwa Anak Manusia harus ditinggikan? Siapakah Anak Manusia itu?”
(siapakah anak manusia yang harus ditinggikan?)
Jawab Yesus :
12:35 Kata Yesus kepada mereka: “Hanya sedikit waktu lagi terang ada di antara kamu. Selama terang itu ada padamu, percayalah kepadanya, supaya kegelapan jangan menguasai kamu; barangsiapa berjalan dalam kegelapan, ia tidak tahu ke mana ia pergi.
12:36 Percayalah kepada terang itu, selama terang itu ada padamu, supaya kamu menjadi anak-anak terang.” Sesudah berkata demikian, Yesus pergi bersembunyi dari antara mereka.
Matius :
5:20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
Seperti apakah kehidupan yang benar?
Jawaban :
5:21. Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum.
5:22 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.
5:23 Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau,
5:24 tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.
5:25 Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara.
5:26 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas. (DALAM AJARAN ISLAM HUTANG AKAN TERBAWA MATI JIKA BELUM DIBEBASKAN)
5:27. Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah.
5:28 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.
5:29 Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.
(JADILAH HUKUM BERKERUDUNG/BERHIJAB DALAM SYARIAT ISLAM SUPAYA DAPAT LEBIH MUDAH MENJALANKAN PERINTAH INI)
5:30 Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.
5:31 Telah difirmankan juga: Siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya.
5:32 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah.
5:33. Kamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan.
5:34 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali bersumpah, baik demi langit, karena langit adalah takhta Allah,
5:35 maupun demi bumi, karena bumi adalah tumpuan kaki-Nya, ataupun demi Yerusalem, karena Yerusalem adalah kota Raja Besar;
5:36 janganlah juga engkau bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambutpun.
5:37 Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.
5:38. Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. (HUKUM QISASH)
5:39 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. (DALAM HUKUM ISLAM APABILA ADA SESEORANG YANG DIBUNUH DAPAT DIMAAFKAN OLEH KELUARGANYA MAKA HUKUMAN MATI BATAL)
5:40 Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. (MENGINGATKAN SEJARAH NABI MUHAMMAD KETIKA MEMBERIKAN JUBAHNYA KEPADA SESEORANG YANG MEMINTA)
5:41 Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.
(MENUNJUKAN TENTANG HIJRAH DAN DICONTOHKAN NABI MUHAMMAD)
5:42 Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.
(NABI MUHAMMAD MENCONTOHKAN TIDAK PERNAH MENOLAK SIAPAPUN YANG MEMINTA KEPADANYA BAHKAN BELIAU HIDUP SEDERHANA)
5:43. Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.
5:44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
(DI KOTA MADINAH ZAMAN NABI DAHULU YAHUDI DAN KAUM MUSLIM HIDUP BERDAMPINGAN, ADIL DAN DAMAI)
5:45 Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.
5:46 Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?
5:47 Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian?
5:48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”
(SEMPURNAKANLAH SIFAT KITA SEBAGAIMANA SEMPURNANYA SIFAT ALLAH)
6:1. “Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.
6:2 Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
6:3 Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.
(SAMA PERSIS YANG SERING DIKATAKAN OLEH NABI MUHAMMAD)
6:4 Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”
6:5. “Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
(APABILA UMAT MUSLIM BERDOA SESUDAH SHALAT ADALAH DALAM KEADAAN DUDUK MENENGADAH PENUH HARAPAN DAN MERENDAHKAN DIRI DIHADAPAN TUHANNYA SEBAGAIMANA DICONTOHKAN NABI MUHAMMAD)
6:6 Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. (SHALAT MALAM YANG SERING DICONTOHKAN NABI MUHAMMAD MENCONTOHKAN BAHWA BERDOA PADA PERTENGAHAN MALAM YANG PALING BAIK ADALAH KETIKA KEBANYAKAN ORANG SEDANG TIDUR DAN BERDOALAH DALAM KEADAAN TERSEMBUNYI SEHINGGA HANYA ALLAH DAN KAMU YANG TAHU)
6:7 Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.
6:8 Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.(DOA YANG PALING SIMPLE ADALAH DOA SAPU JAGAT YANG PALING SERING DICONTOHKAN NABI MUHAMMAD : “ Robbana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hassanah wa qina adza bannar “
Artinya :
Ya Tuhanku berikanlah aku kebaikan di dunia dan akhirat, dan jauhkanlah aku dari api neraka)
6:9. Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, (Bismillahirohmanirohim : Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang adalah kata yang selalu diawali dalam setiap doa, SubhanAllah :Maha Suci Allah adalah kata yang sering diucapkan setiap berzikir)
6:10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
6:11 Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
6:12 dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
6:13 dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)
HUKUM BERPUASA MENAHAN LAPAR :
6:16. “Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
6:17 Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu,
6:18 supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”
HARUS HIDUP SEDERHANA DAN BERZAKAT :
6:19. “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.
6:20 Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.
6:21 Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.
6:22 Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu;
6:23 jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.
DILARANG MENDUAKAN ALLAH :
6:24 Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”
HUKUM MENCARI ILMU (MARIFATULLAH/MENGENAL ALLAH)
6:25. “Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?
6:26 Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?
6:27 Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?
6:28 Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,
6:29 namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.
6:30 Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?
6:31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
6:32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. (BUNYI PERINTAH YANG AMAT JELAS)
DILARANG MENJUDGE ORANG LAIN :
7:1. “Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.
7:2 Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.
CIRI ORANG MUNAFIK :
7:3 Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?
7:4 Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu.
7:5 Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.”
7:6 “Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu.”
(Kalau memang umat kristen itu lebih baik dari umat muslim, maka lakukanlah apa yang diperintahkan Yesus dalam injil, dan apabila mereka tidak lebih baik dari orang-orang muslim, maka tidak lain mereka adalah golongan munafik yang akan dicampakan kedalam neraka jahanam)
BERBUATLAH BAIK JIKA INGIN MEMETIK BUAHNYA :
7:12. “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.
KERJAKANLAH SESUATU DENGAN CARA YANG HALAL WALAUPUN AKAN SULIT :
7:13 Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya;
7:14 karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.”
AKAN DATANG NABI SETELAH YESUS, TAPI AKAN BANYAK NABI PALSU, KAMU HANYA DAPAT MEMBEDAKAN DARI BUAHNYA, APABILA BUAHNYA BURUK PASTILAH IA AKAN DICAMPAKAN KEDALAM API:
7:15. “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.
7:16 Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?
7:17 Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.
7:18 Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.
7:19 Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. (GAMBARAN APABILA SESEORANG YANG MENGAKU NABI ITU TIDAK MENGHASILKAN BUAH YANG BAIK PASTILAH DIA AKAN DICAMPAKAN)
7:20 Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.
(LIHATLAH DARI BUAHNYA)
ORANG-ORANG YANG BERSERU TUHAN KEPADA YESUS TIDAK AKAN MASUK KEDALAM SURGA MELAINKAN ADALAH ORANG YANG TAAT KEPADA ALLAH :
7:21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. (SANGAT JELAS)
7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” (SANGAT JELAS)
SETIAP ORANG YANG MELAKUKAN APA YANG DIAJARKAN ISA AL-MASIH (YESUS) DANPARA NABI SAMA DENGAN ORANG BIJAKSANA YANG HATINYA KOKOH DAN TIDAK AKAN TERSESAT DITERPA FITNAH IBLIS :
7:24 “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.
7:25 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.
7:26 Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.
7:27 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.”
7:28 Dan setelah Yesus mengakhiri perkataan ini, takjublah orang banyak itu mendengar pengajaran-Nya,
7:29 sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat mereka.
SEMOGA MENJADI BAHAN RENUNGAN UNTUK KITA, JANGAN PERNAH MENJUDGE SIAPAPUN KARENA ALLAH TIDAK MELIHAT SESEORANG DARI GOLONGAN TAPI APA YANG DIA PERBUAT, LEBIH BAIKKAH ATAU LEBIH BURUKKAH? JANGAN SAMPAI KITA JADI ORANG YANG MUNAFIK YANG AKAN DICAMPAKAN KEDALAM API NERAKA.
JANGAN PERDEBATKAN AGAMA TAPI KERJAKANLA APA YANG KAMU TAHU TENTANG KEBAIKAN MAKA AKAN ADA JALAN MENUJU CAHAYANYA.
By: Alas Kaki TUHAN on January 11, 2012
at 1:58 am
artikel yang cukup menarik tapi kepenjangan bacanya. aneh ya belakangan ini banyak blog,website atau apapun lah namanya, yang ingin menyerang Islam, tapi tidak ada yang berani bicara tentang tauhidnya. paling – paling cuma mengatakan tuhannya Islam tuh cuma batu hitam. hahah, saya gak pernah lihat di di rumah muslim yang naruh batu hitam lalu di sembah, beda sekali dengan orang kristen yang menaruh salib di setiap rumah dan gerjanya, jangan – jangan orang kristen yang menyembah patung salib? (sesuai logika anda). oh ya saya ini muslim (tapi kurang dalam pemahaman terhadap Keislamannya) da saya siap masuk kristen jika orang kristen membuktikan secara ilmiah konsep trinitasnya… (salam perdamaian)
By: gue on February 25, 2010
at 5:13 am
Anda secara “cerdas” menilai Islam hanya dari buku2 dan artikel yang ditulis oleh orang-orang non-Islam yang memang tujuannya untuk menghujat Islam, padahal mereka tidak memahami Islam.
Bagaikan berguru kepada nelayan lalu menunjukkan kepada orang lain bagaimana caranya mengendarai pesawat terbang.
By: fajar on February 28, 2010
at 1:47 pm
Masa sich? silahkan baca link2 blog di bagian kanan. Baca juga tt Penemuan Versi Quran SANA’A di Yaman yg akan menggemparkan dunia Islam, karena Versi Quran ada lebih dari 21 Versi dan berbeda2 semua….????? so pilihan ada ditangan anda sekarang.
By: islambertobat on February 28, 2010
at 5:49 pm
apakah anda sudah tuntas membaca injil? jangan katakan kepada orang lain bahwa kamu lebih baik padahal jelas dimata kamu ada BALOK! keluarkan “BALOK” itu dulu dari mata kamu baru kamu dapat melihat jelas kekurangan yang lain.
Tugas manusia diciptakan di dunia ini ingat “adalah untuk memelihara alam beserta isinya” termasuk tubuh kamu sendiri!
Berbuatlah yang baik terhadap alam, umat manusia, makhluk lain dan tubuh kamu sendiri jika kamu termasuk orang yang benar.
Makanlah makanan yang baik makanan apa yang dihalalkan oleh Tuhan mu, karena itu adalah bagian dari memelihara alam semesta yang ada pada tubuh kamu.
“Ketahuilah bagi semua yang mengaku ber-Tuhan tidak pernah ada sepanjang sejarah orang yang mengenal Tuhan mencaci dan membenci yang lain!” Hanya orang yang tidak mengenal Tuhan yang mencaci dan membenci yang lain!
tahukah kamu semua, orang yang merasa paling benar adalah orang yang sombong, dan tahukah kamu bahwa kesombongan itu adalah sifat dasar iblis. Maka berkacalah kalian apakah kalian hamba iblis???
By: Alas Kaki TUHAN on January 12, 2012
at 1:37 pm
Tuhan menjaga Al-Quran dengan banyaknya penghafal Qur’an ada jutaan Hafidz(orang yang hafal) Qur’an dari anak2 hingga orang tua. Coba anda cross cek, apakah hafalan Qur’an orang Hafidz dari berbagai belahan dunia dapat anda temukan perbedaan? benarkah ada 21 Versi? kalau ada Mushaf/buku/kitab Qur’an tidak sesuai dengan hafalan pasti akan dimusnahkan. sehingga kemurnian tetap terjaga. Kemudian cek adakah 2 orang yang bisa hafal 1 kitab sucinya lengkap & utuh selain Qur’an? kalau tidak ada, cukup hafal 10% dari kitab sucinya saja. Kalau ada aku ikut Anda. dan aku ajak saudara, keluarga dan teman2ku beriman seperti Anda. OK kita buat forum terbuka untuk membuktikannya?
By: hamba on March 11, 2010
at 2:00 pm
Benar sekali, ada 21 Versi Quran, Mas Abdul bisa browse itu di Internet. Pergilah ke Maroko, pergilah ke Yaman, anda akan temukan Quran yg berbeda dengan yg anda punya. Kiranya 21 Versi Quran itu membuat mata anda terbuka, bahwa Quran bukan hanya 1 Versi saja seperti yg biasa diKlaim para Muslim.
By: islambertobat on March 12, 2010
at 12:54 pm
Logic sajalah…tidak ada bukti bahwasannya Qur’an memiliki versi2 …impossible!!!
logikanya dari sini: Sejak Alqur’an di turunkan sahabat2 rosul sudah banyak yang menghafal quran…sampai detik inipun jutaan orang di dunia sudah hafal Qur’an, itu karena Qur’an satu bahasa, satu katapun di rubah akan ketahuan…Islam bukan kumpulan orang 2 yang mudah di bodohi seperti agama yang kitab sucinya banyak versi bahasa…
Islam tidak akan pernah Goyah dengan fitnah orang-orang bodoh…
By: pauluspedhofill on June 2, 2010
at 3:52 am
Nonton ini dan ini dulu baru komentar lagi ya:). Jangan kaget kalo Quran, ada 21 versi lebih, kagak percaya, pergi dech ke Yaman, beli Quran di sana, dijamin akan beda dg Quran di Indonesia:).
Baca juga 1000 Kesalahan Quran, Temuan Quran SANA’A, Merenungkan Sejarah AlQuran, Total Kontoversi Quran, HANCURNYA SIGAT KEILAHIAN QURAN.
Kiranya membuka mata tahi dan pikiran anda! Salam Pencerahan!
By: islambertobat on June 2, 2010
at 6:52 am
GAperlu kale ke Yaman cuman beli Qur’an…
kali aja di Yaman banyak pemalsu Quran…yang jelas bahasa Qur’an hanya satu dan belum berubah sampai saat ini, yang jelas gw yakin Qur’an yang qw pelajari Kitabullah….tinggal pemahaman mengenai tafsir Qur’an aja yang masih banyak di selewengkan oleh pemeluk agama non muslim untuk mencari celah mengenai kesalahan Qur’an…bayangkan begitu dahsyatnya Qur’an banyak yang ingin mempelajarinya…SUBHANALLAH….
By: pauluspedhofill on June 2, 2010
at 10:21 am
alhmdllh orang-orang jaman sekarang sudah semakin pintar, dah tau mana yang benar dan mana yang salah, mudah2an allah akan selalu menunjukkan jalan yang benar kepada kita semua dan menjauhkan jalan-jalan yang sesat, mudah2an banyak yang berpikir seperti muslim2 diatas..
jangan pernah percaya pada kata-kata yang tak berdasar, tak mempunyai bukti nyata, hanya berupa karangan dan hanya besifat menjatuhkan dan tidak mendidik, mudah2 yang punya artikel semakin meneliti lagi lebih dalam dan menemukan kebenaran yang sesungguhnya..
By: arie on March 23, 2010
at 6:14 am
Saya harap anda adalah orang pintar itu! Salam Pencerahan!
By: islambertobat on March 23, 2010
at 10:40 am
Ingat ! Sebelum Al Qur’an di kumpulkan menjadi sebuah buku, sudah banyak sekali tulisan-tulisan arab yang beredar. Kita ingat, ketika tembok Ka’bah dijadikan sarana untuk tempelan syair-syair arab? Semuanya bisa saja terjadi, namun jika yang terjadi adalah pemalsuan Al Qur’an, saya yakin Islam sudah runtuh ketika awal Al Qur’an itu dibukukan. Karena pasti banyak orang yang menyangkalnya.
By: ayrus on April 19, 2010
at 8:15 am
ALLAHU AKBAR,,,ALLAH MAHA BESAR…TIDAK ADA TUHAN SELAIN ALLAH,,,ALLAH TIDAK BERANAK DAN TIDAK DIPERANAKAN..
By: iezz on March 24, 2010
at 1:20 am
selama ada bibit kebencian dalam sebuah artikel ilmiah, betapapun kokohnya keilmiahan artikel itu, obyektivitasnya tertolak. tujuan dari artikel ini jelas-jelas adalah untuk menjatuhkan keyakinan ummat muslim. Anda tidak akan pernah berhasil.
By: bungbenpontianak on April 4, 2010
at 1:29 pm
Sdr2 moslem, tidak pernah ada naskah tex atau manuscrip quran pada abad jamannya muhammad hingga wafat tahun 632. Quran ditulis oleh imam terdahulu (orang2 arab) pada tahun 1000. Ini 370 tahun perbedaan yang sangat jauh. Sudah ditelusuruh pada museum London, Russia, Iran, Yamen tidak ada tex qur’an asli. Ada tulisan tulisan coptic arab dari abad ke 8 dan 9, tetapi tidak ada hubungannya dengan agama islam muhammad. Jadi jangan mengarang. Di Mecca saja dimana ada Kabah, tidak ada musem alquran abad 5,6,7,8,9 yang ada cetakan qur’an diatas tahun 1000. Jadi jangan terpengaruh semua itu. harus jujurlah dalam hidup ini.
By: murtad on April 8, 2010
at 5:25 am
saya mau tanya ke pada anda, say ingin mengetahi bukti yang real bahwa agama islam itu sesat, dan agama islam itu hanya membuang tenaga… coba saya jelas kan puasa ~ puasa itu bermanfaat untuk tubuh baca di link ini sudah banyak ilmuwan yang membuktika kebenarnya, bahkan mereka bukan non mulim http://www.facebook.com/note.php?note_id=287946827875, kalau saya ingin tahu apakah bisa menjelaskan ini semua di depan publik,dan bagaimana bisa anda bisa menarik sebuah wacana yang merusak citra agama islam , dan anda tidak tahu inti dari agama islam. pertanggungjawabkan perbuatan anda, saya yakin bahwa Allah akan menghukum kamu. INGAT UCAPAN SAYA
By: putri on April 16, 2010
at 9:04 am
Putri Reisya bisa baca di SINI
By: islambertobat on April 17, 2010
at 9:23 am
Udah pernah baca al-quran yg beredar di Indonesia??
Udah pernah baca al – quran sampai tamat beserta artinya??
kalo belum..
berarti anda NATO.. No Action Talk Only..
By: kids on August 31, 2010
at 6:15 am
SAYA INGET UCAPAN LO… YANG BAKAL MASUK NERAKA JAHANAM… KERAKNYA NERAKA…
By: cepaks on August 31, 2010
at 6:34 am
Jangan lah anda membuat semua artikel ini berdasarkan hawa nafsu karena pengen menjelek2an Islam, bahwa
1.muhammad phedofilia,
2.jesus versus muhammad ceritanya aneh,sy pikir cerita pribadi ternyata pas isinya penjelasan2
3.Hajar Aswad hanya ALLAH dan nabinya yang tahu kenapa,yang jelas tidak ada hubunganya dengan budaya yang jelek
4.dll
kenapa berbeda dengan Islam yang saya anut intinya..Islam tidak memaksa ajaranya,jadi tidak ada teroris, tidak ada pemaksaan.anda boleh atheis dll tp ingat tulisan yang anda akan dipertanggungjawabkan kelak.saya saksinya.bahkan agama lain tidak pernah menjelek2an agama lain.Islam tidak pernah berdebat secara kasar kepada agama lain kecuali emang orang islam yang km ajak berdebat sudah dari sananya kasar.
Satu saran saya kalo km emang bisa menguraikan islam di artikel ini sedemikian coba kamu uraikan agama lain seperti ini lalu bandingkan agama mana yang paling sempurna dan tanpa cacat dan baca kitab suci tersebut secara lengkap jg sejarahnya
thanks sebelumnya
semoga hidayah ditunjukkan kepada kita semua
By: Mr.X on April 20, 2010
at 9:05 am
21 versi CARA membaca kali… ^_^
saya yakinkan anda! satu hurufpun ada yang berbeda bakal cepat kedeteksi dengan mudah.
QlQur’an only one…
By: rifa manis ^_^ on May 12, 2010
at 4:01 am
Semoga Allah mengampuni dosa2 orang yg membuat website ini..
By: Siti on May 14, 2010
at 8:13 am
orang yang tidak pernah minum susu suka berkata, “susu itu beracun, susu itu mengandung zat yang berbahaya.” padahal mereka sehari-harinya hanya minum air tuba, tetapi tidak menyadarinya. percayakah anda dengan orang seperti ini? gunakan hati nuranimu, karena ia tidak pernah berbohong.
By: abdulhadi on May 14, 2010
at 2:25 pm
Orang yg normal tahu bhwa susu itu kesehatan.orang yg minum air tuba sekalipun tahu susu adalah kesehatan.orang normal tahu ajaran yg baik pasti tidak merugikan.tetapi ajaran ini,penuh dgn kebiadaban dan kerusakan.lihat buahnya sekarang,skarang begitu maraknya terorist yg mghalalkan pembunuhan dan bom bunuh diri.satu jawaban muslim2:membela diri! Membela diri dgn membunuh org tdk bersalah dgn bom bunuh diri dpandang dari sudut pandang manapun tdk dapat dterima akal logika sehat.
By: Nama aja on May 15, 2010
at 2:21 am
artikel ini mah udah basi.. sudah dijelaskan dan dibantah secara panjang lebar oleh Mustafa A’zamy dalam bukunya the history Quranic text.. ringkasnya soal penemuan al-QUr’an yang berbeda, yang berbda itu bukanlah ayatnya akan tetapi penulisannya, karena bahasa Arab mengalami perubahan secara terus menerus dari yang paling sederhana hingga pada tulisan arab yang sekarang, akan tetapi tidak berbeda sama sekali dengan bacaannya..
al-Qur’an senantiasa terjaga karena di hafal oleh ribuan umat Islam…
untuk lebih lengkapnya anda bisa download ebooknya di situs pakdenono…
By: ilham on June 6, 2010
at 3:19 pm
Ada seorang anak TK (Memang dia masih kecil) diajarkan kebenaran dari Orang Tua, anak SMP, anak SMA, anak Kuliahan dan juga pemimpin agama yang dia anut tetapi ia hanya angguk-angguk. Perjalanan usia yang bertahun-tahun dan dia semakin menerima semuanya. Tidak mudah sesuatu yang datang untuk mengubah kebenaran yang telah ia terima.
Saya benci terhadap orang yang menerima saran dan kritik tetapi ketika saya mengkritiknya, dia malah mengancam saya.
Dan
Jangan pernah minta saran dan kritik kalau anda belum siap untuk dikritik. Anda harus berwawasan luas dan berlapang dada.
Terhadap Orang yang tidak pernah dikritik sebab:
1. Dia tidak boleh dikritik (menutup kritik)
2. Kritikan terjawab dengan masuk akal sehingga orang mencari-cari lagi apa yang hendak dikritik (membuka diri)
Saya adalah hakim yang bijaksana bukan?
Terserah anda menilainya…
Peace Forever
By: sulaiman aka salomo on August 19, 2010
at 10:53 am
SEBENARNYA ISLAM ITU DIDIRIKAN OLEH 11 LANDASAN UTAMA DAN 6 LANDASAN ITU ADA DALAM HATI DAN PIKIRAN KITA SEDANGKAN YANG 5 ADA DALAM PERBUATAN.
LANDASANNYA ADALAH :
1. PERCAYA KEPADA ALLAH (MEMURNIKAN TAUHID)
2. PERCAYA KEPADA RASULLULLAH (MENGIKUTI ROSUL)
3. PERCAYA KEPADA MALAIKAT ALLAH (PERCAYA DENGAN APA YANG DIBAWANYA DARI ALLAH DAN PERCAYA BAHWA MALAIKAT ITU BENAR – BENAR ADA)
4. PERCAYA KEPADA KITAB – KITAB ALLAH (SEMUA KITAB YANG DITURUNKAN ALLAH TANPA TERKECUALI)
5. PERCAYA KEPADA QODHO DAN QADAR (YAITU KETENTUAN ALLAH)
6. PERCAYA KEPADA HARI AKHIR(BAHWA SEMUA YANG KITA LAKUKAN MEMPUNYAI PERTANGGUNG JAWABAN)
YANG KE 7
BERSAHADAT ( IKRAR/JANJI SUCI UNTUK MEMELUK AGAMA ISLAM)
8. SHOLAT ( BERGUNA UNTUK KETERATURAN HIDUP (BACA KEAJAIBAN SHOLAT))
9. ZAKAT (BERGUNA UNTUK KEMASYARAKATAN YANG SALING TOLONG MENOLONG BUKAN UNTUK PERMUSUHAN)
10. PUASA (BERGUNA UNTUK KESEHATAN DIRI)
11. BERHAJI. (BERHAJI ITU SEBENARNYA ADALAH KITA MELAKUKAN IBADAH PLUS BELAJAR YANG SEBENARNYA DI TANAH SUCI MEKKAH)
SEDANGKAN UNTUK KITAB ALQURAN ITU ADALAH PEDOMAN POKOK YANG NANTINYA AKAN DIJELASKAN OLEH ROSULLULLAH MELALUI PERILAKU SEHARI – HARI BELIAU. YANG BISA KITA BACA MELALUI HADIST YANG DITULIS OLEH PARA ULAMA TERDAHULU.
JIKALAU MEMANG ALQURAN ITU DITUBAH PADA ZAMAN HKALIFAH USMAN MAKA JANGANKAN HARTA NYAWAPUN AKAN DIBERIKAN OLEH SAHABAT – SAHABAT ROSULULLAH UNTUK BENAR – BENAR MEMURNIKAN ALQURAN DAN AGAMA INI
By: HAFIZH on August 22, 2010
at 5:58 am
Ada yang sudah pernah membaca Hadist Sahih Al Bukhary yang lengkap sesuai aslinya ..?
Bacalah dulu mulai Vol.1 cukup sampai dengan 100 saja…baru pas untuk mendiskusikan mengenai Al Quran..
Kalau belum pernah membaca Hadist yang lengkap memang kita tidak pernah menangkap kejanggalan2 yang ada ….
By: Anissa.F on August 26, 2010
at 8:21 am
ada beberapa hal yang saya tidak mengerti dengan penalaran umat muslim di dunia terkhusus di indonesia,banyak diantara umat muslim menerapkan dalam kehidupan sehari-harinya qur’an dan hadits,namun yang menjadi keganjalan bagi saya pribadi,yang mereka terapkan hanya 60% saja (pendapat saya),karena beberapa hal yang mereka tak sadari itu adalah larangan-larangan yang memiliki poin dosa yang besar (mungkin) seperti halnya berpergian dengan lawan jenis yang bukan mukhrim dan mahramnya,bersentuhan,berkata yang tidak semestinya terhadap lawan jenis dan juga perbuatan-perbuatan yang mereka lakukan itu bertentangan dengan ajaran agama islam,saya sangat sedih dengan kondisi moral kota saya akhir-akhir ini,meski saya juga bukan orang yang bersih dan taat dengan ajaran islam,bayangkan saja di bulan suci ini masih banyak tempat-tempat yang akan mengundang fitnah dan perbuatan tercela terhadap lawan jenis dan umat yang sedang berpasang-pasangan di tempat gelap,iu di kawasan pinggiran pantai,saya kecewa dengan pemerintah setempat yang tidak bisa berbuat dan memberi kan tindakan,dan kenapa hanya seperti club-club malam yang di tutup,kenapa seperti warung remang-remang tidak,saya jadi berpikir jangan-jangan owner dari tempat-tempat tercela itu adalh pemerintah setempat dikota saya.mohon pencerahannya….
By: okta wellyan nanda on August 31, 2010
at 6:07 am
Insya4W1…4W1 akan senantiasa menjaga kemurnian Al-Qur’an…!!!!!tidak seorangpun yang dapat merubah-rubah Al-Qur-an bahkan seorang MURTADIN pun yang bernama Musailamah Al Kadzab tidak mampu untuk menandingi Al-Qur-an….Bertobatlah kembali saudaraku…Semoga 4W1 memberikan hidayah kepada anda….!!!
By: irfan on August 31, 2010
at 6:45 am
anda kebanyakan mengarahkan pertanyaan pertanyaan yang muncul dengan mnyuruh baca situ ini, baca situs itu,. kalau anda merasa bisa membuktikan bahwa alqur’an itu telah mengalami perubahan, silahkan buktikan secara lisan. apakah anda sudah meneliti kitab suci agama anda saat ini?
smoga anda mendapat hidayah, agar hati anda bersih dari fitnah fitnah yang tidak mendasar seperti ini, yang anda dapatkan dari orang yang bukan pemeluk islam. semoga Allah SWT memberikan pencerahan bagi anda
By: bangdoel on August 31, 2010
at 8:05 pm
pada panas hati, tapi makasih deh udah tau info kayak ginian. ditunggu update-an post yg lain tapi info yg bermutu ya…
By: ok deh. on September 19, 2010
at 7:07 am
wwkwkwkw…. wkwkw,.. sampah lagi yg lo sampai in.
selintas ngebaca nya aja dah ketahuan bodohnya. gw orang fotografi mengerti ttg fotografi.
di tambah gw tau ttg sejarah ttg Quran dari nuzul nya hingga di bukukan.
dari tahun dan enksiklopedia islam udah gampang di kesimpulkan ini sampah.
gini aja dah, kalau quran itu udah ga asli kenapa begitu mudah umat islam menghapal nya, ribuan orang menghafal nya. sedang kan alkitab??? ada kah satuuuuu saja pastur yg bisa menghapal alkitab.
wkwkwwkkwwk
By: gwryan on October 27, 2010
at 4:39 am
@gwryan
Jawaban yang kurang tepat. Kemampuan menghapal tidak membuktikan bahan yang di hapal asli atau tidak. Kalau ada menghapal buku A pasti anda akan hapal buku A bukan buku B. Sebaliknya juga menghapal buku B yah akan hapal isi buku B bukan buku A. Tidak ada kaitan dengan ASLI atau TIDAK nya.Kita harus berdebat dengan lebih cerdas, disini masalah kita banyak muslim yang kurang pengetahuan dan tidak berwawasan dan kita selalu terikat DOGMa sehingga belum apa2 kita menutup diri terhadap ilmu pengetahuan.Kita bisa berdebat dengan akal sehat dan ilmu untuk membuktikan hal hal yang diperdebatkan.Mari menjadi Muslim yang cerdas.
By: Anissa.F on November 1, 2010
at 4:05 am
God bless you
By: Tri on November 7, 2010
at 4:22 pm
Al Quran 21 versi ngaco ente, emang ente hapal alquran bisa bilang gitu hahahaha.. trus ente gak sadar apa kalo injil ada berapa ratus versi hahahahaha
By: Aji on January 15, 2011
at 10:41 am
Orang kristen bisanya melakukan tipu daya… gak ada gunanya untuk menjelaskan pada orang kafir sampai mereka sadar sendiri ketika sudah didalam api neraka seperti penyesalan Firaun baru setelah tenggelam di Laut… ya sudahlah..
By: Aji on January 15, 2011
at 10:44 am
kalo ada pastur/pendeta yang afal injil mau tuh mengujinya wkwkwkwkwk gak mungkin kalo gitu apa kerjaan suster biarawan/biarawati menjadi pelayan tuhan sampe injil aja gak hapal.. paling jadi budak nafsu pastur dan pendetanya wkkwkwwk banyak bukti kok paus aja ada yang mati karna spilis ngakuuuuuuuuuuuuuuuu
By: Aji on January 15, 2011
at 10:47 am
Warm welcome to Alnemat TheGrace Arabic Christian Internet Magazine, We love you! Please visit us at:
In TheGrace opportunity to meet Jesus the Savior / في النعمة فرصة للقاء المُخلِّص يسوع المسيح
http://www.TheGrace.net
Salvation pardon peace life certitude mercy in Jesus / خلاص غفران سلام حياة يقين رحمة في المسيح
http://www.TheGrace.org
Arabic Christian Magazine The Grace offering the Arabic Bible / النعمة تقدم الإنجيل الكتاب المقدس
http://www.TheGrace.com
نطلب لكم بركة الرب في الغفران والفرح والسلام والمحبة لأن السلام افضل من الحرب والمحبة افضل من الكراهية كما ان النور أفضل من الظلمة
سلام لكم في محبة الله نتأمل زياراتكم الكريمة لموقع النعمة موقع مجلة النعمة يقدم كلمة الله الكتاب المقدس الإنجيل رسالة السيد يسوع المسيح
قراءات مختارة مواضيع مصيرية قصص واقعية شهادات شخصية ترانيم ممتازة ردود مؤكدة كتب بنّاءة رسوم تسالي تأملات يوميات
Bible audio Read search in Arabic Studys Stories Testimonies Hymns and Poems Answers Books Links Daily devotions Acappella Music Graphics /
Alnemat Journal Arabe Chrétien La Grâce la Revue Arabe sur Internet offre La Sainte Bible Al-Injil L’Evangile de Jésus Christ gratuit, Bienvenue a La Grâce.
By: thegracesite موقع النعمة on January 24, 2011
at 2:05 pm
nggak penting….
By: rudi on February 14, 2011
at 10:26 am
di tempat saya banyak orang kristen masuk islam termasuk teman saya,,. bagai mana dgn yang punya blog ini, mo ikut,,.
By: obey DAYAK kalteng on February 15, 2011
at 12:36 am
yang punya blog emang goblog…
By: fata on February 22, 2011
at 7:35 am
sudahlah kawan…setiap saya buka website tentang agama yang ada hanya perbedaan…tak bisakah kita saling memahami tanpa membedakan, saling mengerti tanpa membandingkan?????
Komentar dan tanggapan saudara hanya seakan-akan untuk memuaskan dahaga akan ketidak terimaan anda akan suatu argumen…..dan bila engkau menemukan kebaikan akan suatu agama lebih baik simpanlah untuk lebih meyakinkan agama yang kau anut….jika engka temukan kelemahan agamamu tetap yakinlah bahwa semua agama berdasarkan pada semua yang baik……….Cintailah agama yang kau anut tanpa membenci agama lain…..
Yang saya yakini bahwa Agama memang tercipta didunia ini untuk menumbuhkan saling kesimpatian dan perdamaian bukan saling memperolok, membedakan bahkan membesarkan kelebihan agama masing-masing…….
Yakinlah bahwa Tuhan akan lebih mendengarkan keluhan dan keraguan kita bila kita memohon petunjuk dalam kekusukan doa….
By: andan on May 30, 2011
at 5:47 pm
ketika ada berita di semua tv di indonesia mengenai TKW kita yang pulang dari tana suci (arab saudi ) saya jadi tercengang.koq bisa!yaaa di negara yang selalu di banggakan di negeriku orangnya biadab! andai itu dari negara lain pasti FPI sudah keluar dengan pasukannya duta besar negara itu. tapi karna ini dari sukunya ketua FPI sidiq dia diam seribu bahasa ha ha ha mana suaramu sidiq mana amukannmu hahhaaaaaaaaaa.
By: DRAKULA on July 11, 2011
at 4:51 pm
Anehnya sudah ditunjukkan sumbernya masih aja membatah, ttp wajarlah org buta menuntun org buta kedua-duanya akan jatuh kedalam lubang yg sama. Hai org2 bijak,…. kalau mau berkomentar pakailah tata bahasa yang baik dan jangan lari dari topik, kalau tidak mengerti janganlah pintar-pintaran menyangkal, Apakah diri anda para komentator yg disini pada pintar???? Janganlah buta mata ato gelab mata, yg terjadi adalah kebodohan yg sangat mendasar, apakah topik yg di atas tidak benar??? Kalau tidak benar anda tunjukkan alquranmu yg tertua.
By: Hans on August 20, 2011
at 8:32 pm
Anehnya sudah ditunjukkan sumbernya masih aja membantah, ttp wajarlah org buta menuntun org buta kedua-duanya akan jatuh kedalam lubang yg sama. Hai org2 bijak,…. kalau mau berkomentar pakailah tata bahasa yang baik dan jangan lari dari topik, kalau tidak mengerti janganlah pintar-pintaran menyangkal, Apakah diri anda para komentator yg disini pada pintar???? Janganlah buta mata ato gelab mata, yg terjadi adalah kebodohan yg sangat mendasar, apakah topik yg di atas tidak benar??? Kalau tidak benar anda tunjukkan alquranmu yg tertua.
By: Hans on August 20, 2011
at 8:33 pm
Hmm..Artikel yang aneh dengan maksud yg aneh pula,,
saya mau tanya sama penulis seandainya Agama Islam, Al-Quran dan Nabinya gak bener, terus maksud anda (penulis) apa??
Mengharapkan umat Islam Bertobat ke Agama yg mana???
Apa mungkin Umat Islam Mau pindah ke Kristen.
1. Kristen = Paganisme = Allahnya ada 3 alias sembah dewa Matahari, Sembahyangnya =
- Nyanyi2, teriak2, Kesurupan Roh2, Mabuk2kan,
- Bebas berbuat Maksiat dan Dosa (Karena dosa sudah di tebus) korbannya Yesus.
- Gak perlu Ber Amal, Zakat, menyantunin Para Janda org Tua dll.
2. Budha = Podomawon.
3. Hindu = Sami Mawon.
4. Konghuchu : Podo Wae Mas.
Jadi Agama apa yg dapat anda Tawarkan kepada para Muslim ??
mungkin KRISTEN ya??
Islam dan Nabi Isa AS Tidak Mengakui agama Kristen, yang di akui hanya Agama NASRANI.
Nabi Isa As tidak pernah Tahu kalo agamanya sudah di Label merek Kristen, Dia juga tidak Tahu kalo Tuhannya dimodifikasi jadi Tiga.
hahahaha…Hanya orang2 yg Bodoh,Goblok, Tolol, Bego, Dungu, idiot, sinting, mencari agama selain ISLAM.
By: OSIRIS on October 9, 2011
at 10:01 am
mungkin yg di lihat oang kristen itu adalah alqur’an yg tanpa tanda baca alias alqur’an gundul, kerna ketololan mereka lantas mereka mengira ini adalah alqur’an versi lain. hihihihih………
By: ardimandiaur@ymail.com on January 30, 2012
at 5:58 pm
21 versi;… satu aja belum kamu baca bagaimana bisa tau ada 21 versi
By: Rudi Alfian on April 10, 2012
at 11:24 am
CONTOH PERBEDAAN ALQURAN BAHASA ARAB dan INDONESIA
Surah Al Maa-idah (Q 5 : 68)
Dalam Bahasa Arab:
qul yaa ahla alkitaabi lastum ‘alaa syay-in hattaa tuqiimuu alttawraata waal-injiila wamaa unzila ilaykum min rabbikum walayaziidanna katsiiran minhum maa unzila ilayka min rabbika thughyaanan wakufran falaa ta/sa ‘alaa alqawmi alkaafiriina
Terjemahan bebas ayat yang digaris bawahi:
“Katakanlah wahai Ahli Kitab, sesungguhnya engkau (Ahli Kitab) tidak dipandang sedikitpun beragama hingga menegakkan ajaran yang tertulis dalam Taurat dan Injil yang telah diturunkan kepadamu (Ahli Kitab) dari Tuhanmu……
Dalam Bahasa Indonesia:
[5:68] Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil, dan Al Qur’an yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu”. Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka; maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu.
Dalam versi bahasa Arab tidak ada kata Alquran tetapi dalam versi bahasa Indonesia ditambahkan kata Alquran.
Sumber Referensi:
- http://www.dudung.net/quran-online/indonesia/5/60
- http://bacabacaquran.com/2011/12/ayat-yang-dipalsukan-dalam-al-quran/
——————————————————–
Silakan cek sendiri di http://www.dudung.net/quran-online/indonesia/5/60 lalu bagaimana kesimpulan anda?
By: NahLoh... on April 12, 2012
at 9:48 am
Lembaran Ayat-ayat Quran Dimakan Burung/Rayap
Sumber: http://lidwa.com/app/
Sunan Ibnu Majah: Kitab 10; Bab 626; No. 1934
Telah menceritakan kepada kami [Abu Salamah Yahya bin Khalaf] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abdul A'la] dari [Muhammad bin Ishaq] dari [Abdullah bin Abu Bakr] dari [Amrah] dari ['Aisyah]. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami ['Abdurrahman Ibnul Qasim] dari [Bapaknya] dari ['Aisyah] ia berkata, “Telah turun ayat berkenaan hukum rajam, dan ayat persusuan orang yang telah dewasa itu sebanyak sepuluh kali. Lembaran ayat itu ada di bawah kasurku, ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam wafat kami tersibukkan dengan jasad beliau hingga burung-burung masuk dan memakannya.”
Musnad Ahmad: Kitab13; Bab 1114; No. 25112
Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] berkata; telah menceritakan kepada kami [Ayahku] dari [Ibnu Ishaq] berkata; telah menceritakan kepadaku [Abdullah bin Abu Bakr bin Muhammad bin Amru bin Hazm] dari [Amrah binti Abdurrahman] dari [Aisyah, isteri Nabi shallaallahu 'alaihi wa sallam] berkata; “Sungguh, ayat rajam telah turun dan menyusui anak dewasa itu sepuluh kali. Hal itu terdapat di kertas di bawah tempat tidur di rumah ku. Ketika Rasulullah shallaallahu ‘alaihi wa sallam sakit dan kami disibukkan olehnya, rayap masuk ke rumah kami dan memakan kertas itu.”
———————————————————————————————-
Silakan cek di http://lidwa.com/app/
Lalu bagaimana kesimpulan anda?
By: NahLoh... on April 12, 2012
at 9:49 am
HmmmmmHmmm….artikel yg menarik
tapi saya rasa umat islam sangat bebal untuk dapat mengerti klo “keselamatan hanya Lewat Jesus Christ bahkan mereka yg sering menggembar-gemborkan klo keselamatan lewat Imam Mahdi ato nabi Isa
padahal asal mereka tau aja klo imam mahdi/nabi isa itu Tuhan Yesus Kristus
sadarlah teman…tanda2 akhir jaman sudah dekat
sampe kapan kalian klo berdoa hanya doain muhhamad,,,dengan harapan muhammad akan bawa kalian ke surga?
karena tidak ada satupun nabi yg bisa dngan gampangny bawa 1 org kesurga apalagi ribuan org (ngimpi kali yeee….) bahkan muhammad sendiri tak masuk surga gmn bisa bwa orang masuk surga……sadarlah kawan2
kecuali Tuhan Yesus sendiri karena Dia adalah ALLAh yg datang kedunia
By: savior on April 19, 2012
at 3:09 am
Assalamuailaikum..
Al-Quran tidak bisa di rubah-rubah…Dan Tdak Pernah SALAH.
dan BIBLE dari Jaman dulu sampai sekarang banyak yg berubah “dari perjanjian LAMA ke perjanjian BARU”
Tolong jawab dengan detail…… Kenapa Ada perjanjian LAMA n’ Perjanjian Baru. Dalam BIBLE???????????………..
Apakah Setiap Pergantian PAULUS Bible Juga Diganti dgn Perjanjian BARU………. Tolong Dijawab…… Atau “”” BIBLE = MAJALAH BOBO..
By: Anonymous on April 24, 2012
at 5:56 pm
http://teoriketuhananuniversal.blogspot.com
By: Anonymous on May 17, 2012
at 2:07 am
Alkitap tidak ada satu versipun yg sama…….. apa itu kitap suci….. pake akal lo Bro……… th 60an bible melarang makan babi sekarang dilarang makan babi hutan….. kalo ini bisa lo jawab debat boleh di terusin kalo gak … mending jadi orang pinter berpikir…thx bro
By: Hilmanos on May 25, 2012
at 4:08 am