Mosab Hassan Yousef
Peta Israel dan Daerah yang Diduduki
Sepatah Kata dari Penulis
Kata Pengantar
Bab 1 – Tertangkap
Bab 2 – Tangga Iman
Bab 3 – Persaudaraan Muslim (Muslim Brotherhood)
Bab 4 – Melempar Batu
Bab 5 – Bertahan Hidup
Bab 6 – Kembalinya Seorang Pahlawan
Bab 7 – Radikal
Bab 8 – Mengipas Api
Bab 9 – Persenjataan
Bab 10 – Rumah Jagal
Bab 11 – Tawaran
Bab 12 – Nomer 823
Bab 13 – Jangan Percaya Siapapun
Bab 14 – Kekacauan di Penjara
Bab 15 – Jalan ke Damaskus
Bab 16 – Intifada Kedua
Bab 17 – Tugas Rahasia
Bab 18 – Orang yang Paling Dicari
Bab 19 – Sepatu-Sepatu
Bab 20 – Duri
Bab 21 – Permainan
Bab 22 – Perisai Pertahanan
Bab 23 – Perlindungan Illahi
Bab 24 – Tahanan yang Dilindungi
Bab 25 – Saleh
Bab 26 – Pandangan bagi Hamas
Bab 27 – Selamat Tinggal
Bagian Akhir
Catatan Tambahan
Waktu Kejadian
INFO
Bagi yang tercinta ayahku dan keluargaku yang terluka
Bagi korban² perseteruan Palestina – Israel
Bagi setiap umat manusia yang telah diselamatkan oleh Tuhanku
Wahai keluargaku, aku sangat bangga dengan kalian; hanya Tuhanku saja yang mengetahui segala hal yang telah kalian alami. Aku menyadari bahwa apa yang telah kulakukan menyebabkan luka yang dalam yang mungkin tak akan bisa sembuh di masa hidup ini dan mungkin kalian harus hidup dengan rasa malu untuk selamanya.
Aku bisa saja jadi seorang pahlawan dan membuat masyarakatku bangga akan diriku. Aku tahu jenis pahlawan apa yang mereka inginkan: seorang pejuang yang membaktikan dirinya dan keluarganya bagi kepentingan negara. Jikalau aku terbunuh, maka mereka akan menyampaikan kisah diriku pada generasi mendatang dan mereka akan merasa bangga terhadap diriku untuk selamanya, tapi pada kenyataannya aku bukanlah pahlawan yang mereka harapkan.
Sebaliknya, aku telah jadi pengkhianat di mata bangsaku. Meskipun dulu aku pernah membuat kalian bangga akan diriku, sekarang aku hanya membawa malu saja. Meskipun dulu aku adalah seorang pangeran bagimu, sekarang aku adalah orang asing di negeri orang yang melawan kesepian dan kegelapan.
Aku tahu kalian memandang aku sebagai seorang pengkhianat; tapi mohon untuk mengerti bahwa aku tidak bermaksud berkhianat pada kalian, tapi aku berkhianat pada angan² kalian akan sosok seorang pahlawan. Ketika negara² Timur Tengah – Yahudi dan Arab – mulai mengerti apa yang kumengerti, maka akan timbul perdamaian. Dan jika Tuhanku telah ditolak karena menyelamatkan seluruh dunia dari hukuman neraka, maka aku tidak keberatan ditolak!
Aku tak tahu apa yang akan terjadi di masa datang, tapi aku tahu aku tidak merasa takut. Sekarang aku berikan apa yang menolong diriku untuk bisa selamat sampai sekarang: semua rasa bersalah dan rasa malu yang kutanggung selama bertahun-tahun hanyalah bayaran yang kecil saja jika semua ini bisa menyelamatkan bahkan satu nyawa seorang manusia saja.
Berapa banyak orang yang bisa menghargai apa yang telah kulakukan? Tidak banyak. Tapi itu tak jadi masalah. Aku percaya apa yang kulakukan dan aku tetap yakin sampai sekarang, dan keyakinan ini menjadi bahan bakar satu²nya bagiku dalam perjalanan panjang ini. Setiap tetesan darah orang tak berdosa yang berhasil diselamatkan dari kematian memberi harapan bagiku untuk terus berjuang sampai hari akhir.
Aku telah bayar, kau pun telah bayar, tapi tagihan perang dan damai terus berdatangan. Tuhan menyertai kita semua dan memberi apa yang kita butuhkan untuk menanggung beban berat ini. (Mosab Hassan Yousef)
SELAMAT DATANG DI BLOG PENEBAR KEBENCIAN >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>1000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000% NGAWUR
By: ANTI ADU DOMBA on May 7, 2010
at 7:11 am
islammu itulah yang menebarkan kebencian…tidak adil…arogan…mau menang sendiri….!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
By: sasalisa on May 16, 2010
at 6:29 pm
owhhh….mau menang sendiri….?????
dirimu yang mau menang sendiri….
kasihan yesus…masak umatnya kasar kaya getoo….
ntar ga dapet kasih lhooo….hayooo????
By: go muslim on October 18, 2010
at 5:47 am
yang ada kasihaaannn… dech lu…
By: go muslim on October 18, 2010
at 5:47 am
syukurlah… akhirnya sang putra hamas mendapatkan pencerahan…buaknkah dunia ini harus dipenuhi dengan cinta kasih…
By: lisa prihutami on May 16, 2010
at 5:37 pm
Intinya tentang Humanisme
Matanya terbuka ketika melihat siapa yang membantai dan apa berita yang ada di media.
Son of hamas tidak tau tentang hal itu sebelumnya.
Tetapi ketika ia melihat, matanya terbuka.
Sampai kapankah mata kita terbuka tentang humanisme?
By: sulaiman aka salomo on August 19, 2010
at 11:11 pm
kalian bisa lihat sendiri siapa yang menjajah dan siapa yang dijajah…
punya tipi kaaannn….????
mungkin mata kalian sudah didoktrin untuk menjajah…jadi liat penjajahan gitu yo seneng ae…
tapi apa dirimu mau dijajahhh????
By: go muslim on October 18, 2010
at 5:34 am
kalian goblok semua , kalian mengolok olok agama saja , gak pernah praktek, hadapi aku di perbatasan mesir ayo kita perang, putra hamas mem\ang idiot gak usah diungkit kalian juga idiot matilah kalian
By: aljabar on January 9, 2011
at 4:47 am
hahahahaaha ada muslim kebakaran jenggot
By: non muslim on September 12, 2011
at 11:51 am
Ternyata begini kelakuan penganut ajaran kasih. Kasih atau kebencian? Ooh, kasih palsu.
By: Penyeduh Teh on November 14, 2011
at 9:37 am
Dulu malah Putra Nuh dan istri Nuh itu atheist,jadi kalau putra Hamas itu rapopo.Sebaliknya istri Firaun malah beriman.
By: Sugeng Sri Hardjanta on November 19, 2011
at 11:19 am